Duh, Presiden Filipina Duterte Akui Keliru Tangani Corona


Senin, 03 Agustus 2020 - 16:35:12 WIB
Duh, Presiden Filipina Duterte Akui Keliru Tangani Corona Rodrigo Duterte

HARIANHALUAN.COM - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, kembali menerapkan penguncian wilayah atau lockdown sebagian di ibu kota Manila menyusul lonjakan penemuan kasus baru virus corona (Covid-19) baru mencapai rekor selama empat hari terakhir.

Duterte mengakui bahwa Filipina kewalahan menangani virus corona. Ia juga menyadari bahwa fasilitas dan petugas kesehatan Manila terancam tumbang menyusul lonjakan kasus corona baru secara terus-menerus.

"Tangisan saat ini telah ditangani dengan baik, dan mereka benar, para petugas kesehatan. Kami mengerti bahwa kalian (dokter dan perawat) lelah, baik dari tekanan dan juga ketidakpastian dan ketakutan terinfeksi Covid-19 dengan tidak mendapatkan apa pun sebagai balasannya," ujar Duterte usai bertemu dengan para menteri kabinetnya pada Minggu (2/8) malam, seperti dilansir The Straits Times.

"Kami tengah melakukan yang terbaik. Maaf, Manila," ujarnya menambahkan.

Kebijakan lockdown tersebut diterapkan Duterte setelah menyetujui rekomendasi satuan tugas penanganan corona yang menganjurkan kembali mengisolasi Manila dan wilayah sekitarnya hingga 18 Agustus mendatang.

Gagasan penerapan kembali lockdown ini muncul setelah 80 asosiasi medis yang mewakili puluhan ribu dokter menyatakan Filipina telah kalah dalam pertarungan virus corona. Mereka juga mendesak Duterte kembali memperketat aturan lockdown yang sempat dilonggarkan.

Desakan itu muncul ketika Filipina mencatat ribuan kasus corona baru setiap hari. Saat ini, Filipina tercatat memiliki lebih dari 103 ribu kasus corona setelah mendeteksi 5.000 kasus dalam sehari pada Minggu (2/8).

Meski begitu, Duterte menolak keras rekomendasi untuk menerapkan lockdown ketat di Manila.

"Kami tidak punya uang lagi. Saya tidak bisa memberikan makanan dan uang lagi kepada orang-orang," kata Duterte.

Duterte melonggarkan lockdown di Manila pada 1 Juni lalu setelah menerapkan kebijakan itu selama dua bulan.

Dengan aturan lockdown baru ini, warga Metro Manila hanya diperbolehkan keluar rumah untuk membeli makanan, kebutuhan pokok, dan bekerja bagi mereka yang tidak bisa melakukan pekerjaan di rumah.

Sejumlah usaha yang baru diperbolehkan dibuka seperti salon dan pangkas rambut harus kembali ditutup.

Gereja dan tempat ibadah lainnya juga terpaksa membatalkan seluruh kegiatan yang mendatangkan massa ke rumah ibadah.

Jika tindakan pencegahan tidak dilakukan seefektif mungkin, kasus virus corona Filipina bisa melampaui Indonesia yang kini menjadi negara dengan infeksi Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 04 September 2020 - 15:25:00 WIB

    Waduh, India Catat 83 Ribu Kasus Corona Sehari dalam 2 Hari Berturut-turut

    Waduh, India Catat 83 Ribu Kasus Corona Sehari dalam 2 Hari Berturut-turut HARIANHALUAN.COM - Selama dua hari berturut-turut, otoritas India melaporkan tambahan 83 ribu kasus Corona dalam sehari. Dengan lonjakan tersebut, total 3.936.747 kasus Corona kini terkonfirmasi di wilayah India. Dengan ang.
  • Ahad, 30 Agustus 2020 - 19:18:07 WIB

    Duh, Covid-19 Bikin Bangkrut Trump International Hotel

    Duh, Covid-19 Bikin Bangkrut Trump International Hotel HARIANHALUAN.COM- Status pailit alias bangkrut akibat pandemi COVID-19,  telah diajukan pengelola Trump International Hotel di Vancouver, Kanada..
  • Rabu, 26 Agustus 2020 - 17:56:11 WIB

    Waduh, Polisi Tewaskan 2 Pengunjuk Rasa di Wisconsin AS

    Waduh, Polisi Tewaskan 2 Pengunjuk Rasa di Wisconsin AS HARIANHALUAN.COM - Dua orang dilaporkan tewas akibat bentrokan antara polisi dengan peserta unjuk rasa di Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat (AS), Selasa (25/8/2020) malam waktu setempat. .
  • Selasa, 25 Agustus 2020 - 15:42:26 WIB

    Duh, Grup Facebook Pengkritik Raja Thailand Diblokir

    Duh, Grup Facebook Pengkritik Raja Thailand Diblokir HARIANHALUAN.COM- Grup facebook Royalist Marketplace dengan satu juta anggota, diblokir karena sering mengkritik raja negara itu. Grup itu dibentuk pada April oleh Pavin Chachavalpongpun, seorang akademisi dan kritikus monar.
  • Ahad, 09 Agustus 2020 - 07:17:12 WIB

    Waduh, Lebih dari 5 Juta Penduduk Amerika Serikat Positif Covid-19

    Waduh, Lebih dari 5 Juta Penduduk Amerika Serikat Positif Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Amerika Serikat (AS) menjadi negara tertinggi dengan kasus terinfeksi virus Corona atau Covid-19. Betapa tidak, hingga Sabtu (8/8/2020) kemarin, lebih dari 5 juta orang terinfeksi. Data ini berdasarkan perh.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]