PNP Tetapkan Uang Kuliah Tunggal dengan Subsidi Silang


Senin, 03 Agustus 2020 - 18:05:30 WIB
PNP Tetapkan Uang Kuliah Tunggal dengan Subsidi Silang Wakil Direktur 2, Politeknik Negeri Padang (PNP), Anton.

HARIANHALUAN.COM - Wakil Direktur 2, Politeknik Negeri Padang (PNP), Anton mengingatkan bagi calon mahasiswa yang berstatus yatim atau piatu, Uang Kuliah Tunggal (UKT)-nya dapat ditinjau kembali apabila walinya tidak mampu secara ekonomi dengan melampirkan Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Tidak Mampu dari pemerintahan.

Peninjauan uang kuliah diberlakukan pada pembayaran uang semester 2 (dua). Bagi mahasiswa yang mengundurkan diri, uang kuliahnya dikembalikan sebesar 50%, dengan syarat menyerahkan surat pengunduran diri di atas materai diketahui orang tua/wali sampai tanggal yang ditentukan ke Politeknik Negeri Padang.

Alumnus Magister Teknik UGM asal Makassar ini menjelaskan, UKT adalah sistem pembayaran yang berlaku untuk seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia. Acuannya Permendikbud No. 55 Tahun 2013 Pasal 1 Ayat 3 yang mencantumkan setiap mahasiswa hanya membayar 1 komponen saja per semester.

"Dengan sistem UKT, mahasiswa hanya perlu membayar sekali tiap semesternya, bebas dari tuntutan pembayaran tagihan lainnya," dalam paparannya tentang Bidang Keuangan menyinggung masalah UKT.

UKT ini juga menerapkan sistem subsidi silang. Mahasiswa dengan kemampuan ekonomi menengah atas akan membayar lebih–sesuai tingkatan UKT—untuk membantu rekannya dari ekonomi lemah.

"Jadi semakin tinggi pendapatan orang tua, semakin tinggi pula UKT yang harus dibayarkan oleh mahasiswa yang bersangkutan. Sebaliknya semakin rendah penghasilan orangtua mahasiswa, maka semakin rendah pula biaya UKT yang harus dibayarkan. Hal ini diharapkan memberikan dampak pemerataan untuk setiap mahasiswa dan membantu mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu," harap Anton.

UKT berfungsi memberi subsidi silang yang didasarkan pada kondisi ekonomi dan sosial orang tua/wali setiap mahasiswa. Jadi sistem ini mengacu pada pendapatan orangtua mahasiswa. Semakin tinggi pendapatan orang tua, semakin tinggi pula UKT yang harus dibayarkan oleh mahasiswa dimaksud.

"Sebaliknya semakin rendah penghasilan orangtua mahasiswa, semakin rendah biaya UKT yang harus dibayarkan mereka. Diharapkan hal ini dapat memberikan dampak pemerataan untuk setiap mahasiswa dan membantu mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu," ujar Anton.

UKT menurut Anton terdiri dari 6 kelompok. Kelompok 1 mencapai Rp. 500.000; kelompok 2 mencapai Rp. 1.000.000, dan  kelompok 3 mencapai Rp.1.500.000, kelompok 4 yang ditujukan pada mahasiswa D-3 Tata Niaga yang mencapai Rp. 1.500.000 dan D-3 Tekni yang mencapai Rp. 1.750.000.

Selanjutnya kelompok 5 yang ditujukan untuk D-3 Tata Niaga yang mencapai Rp. 2.500.000; dan D-3 Teknik dan D-4 Akuntansi yang mencapai Rp. 2.750.000; dan D-3 Teknik Alat Berat dan D-4 Teknik yang mencapai  Rp. 3.000.000.

Terakhir, kelompok 6 mencapai Rp. 6.000.000, demikian mantan Kepala UPT Humas PNP ini mengakhiri. (*)

loading...
Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]