Ini 4 Klaim Hadi Pranoto soal Corona yang Dianggap Bohong dan Membahayakan Versi IDI


Senin, 03 Agustus 2020 - 18:10:46 WIB
Ini 4 Klaim Hadi Pranoto soal Corona yang Dianggap Bohong dan Membahayakan Versi IDI Hadi Pranoto (Tangkapan layar YouTube dunia MANJI)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut sedikitnya ada 4 klaim Hadi Pranoto soal 'obat COVID-19' di channel YouTube musisi Anji berbahaya. 

"Ya namanya pembohongan, kan penipuan masyarakat. Dan itu sangat berbahaya sekali. Kalau menyebar luas begitu gimana?" kata Wakil Ketua Umum PB IDI, dr. Slamet Budiarto, saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Sebagaimana diketahui, Hadi Pranoto adalah sosok dalam video di channel YouTube Anji diklaim sebagai profesor ahli mikrobiologi. Hadi mengklaim dirinya telah menemukan antibodi COVID-19 sebagai 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19.

Ia pun meminta pihak kepolisian turun tangan. Namun, polisi menuggu adanya aduan. Sedangkan Hadi mempersilakan IDI.

"Ya silakan saja, saya akan ikuti aturan hukum yang ada dan saya ingin menanyakan juga kepada IDI. Yang dirugikan dari saya itu apa?" ujar Hadi, Minggu (2/8).

Berikut ini sejumlah klaim-klaim Hadi Pranoto dalam video di Channel Youtube Anji yang disebut IDI berbahaya:

1. Klaim Obat COVID-19

Hadi mengklaim telah menemukan obat Corona. Dia menamai sendiri obat itu sebagai Anti body COVID-19.

"Anti body COVID-19," ujar Hadi dalam video yang dilihat detikcom, Senin (3/8).

Hadi menyakini anti body buatannya ini bisa menyembuhkan pasien COVID-19 dan mencegah virus Corona. "Obat untuk COVID-19. Bisa menyembuhkan dan bisa mencegah," imbuhnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini obat Corona belum ditemukan. Saat ini WHO masih mendorong penemuan vaksin Corona yang masih melalui proses uji klinis.

2. Klaim Corona Menular Lewat Keringat

Hadi juga mengklaim virus Corona bisa menular lewat keringat dan air liur. Padahal menurut WHO dan para pakar, Corona menyebar lewat droplet dari pasien Corona.

"Melalui keringat bisa, melalui air liur bisa. Jadi tidak perlu mengambil lendir yang begitu dalam hingga pasien kesakitan. Dan harga yang fantastis mahal, 2 juta lebih," kata Hadi dalam klaimnya.

3. Klaim Swab Bisa Cuma Rp 10 Ribu

Selain itu, Hadi mengklaim bahwa tes swab bisa dilakukan dengan digital technology. Menurutnya, biayanya sekitar Rp 10-20 ribu saja.

"Ada swab yang memang lebih baik dan lebih efektif dengan digital technology. Itu mungkin bisa Rp 10-20 ribu, orang bisa ketahuan (terinfeksi Corona)," ujar Hadi lagi-lagi dalam klaimnya.

4. Klaim COVID-19 Lebih Kuat Ketimbang Baja

Hadi juga mengklaim virus Corona (COVID-19) mempunyai kekuatan yang melebihi baja. Bahkan menurutnya, ketika baja bisa meleleh dalam suhu 350 derajat celcius, virus Corona masih bisa hidup.

"Karena kalau mau membunuh COVID-19 kita mebutuhkan kepanasan di atas 350 derajat (celcius)," tutur Hadi.

"Melebihi kekuatan baja. Kalau bakar baja meleleh, tetapi kalau COVID-19 itu masih ketawa," sambungnya.

Klaim Hadi ini bertentangan dengan informasi yang selama ini disampaikan oleh pemerintah melalui juru bicara Penanganan COVID-19 terdahulu, Achmad Yurianto. Yuri berulangkali menyebut virus Corona sangat mudah hancur bila terkena detergen atau sabun. Maka dari itu, setiap orang dianjurkan untuk rutin mencuci tangan. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]