Astaga, Dokter India Akui Bunuh dan Buang 50 Sopir Taksi ke Danau Buaya


Senin, 03 Agustus 2020 - 18:20:16 WIB
Astaga, Dokter India Akui Bunuh dan Buang 50 Sopir Taksi ke Danau Buaya Devender Sharma.

HARIANHALUAN.COM - Devender Sharma, seorang dokter, dan kaki tangannya membunuh lebih dari 50 supir taksi dan membuang mayat mereka di perairan yang dipenuhi buaya sebelum menjual taksi korbannya.

Ia membunuh korban-korban mereka di tempat-tempat terpencil dan kemudian membuang mayat-mayat itu untuk memastikan mereka tidak pernah ditemukan.

Polisi di India mengatakan dia akhirnya ditangkap setelah menghilang saat pembebasan bersyarat, dan telah mengakui kejahatan-kejahatannya.

Para penyelidik menduga bahwa Sharma kemungkinan bertanggung jawab atas 100 pembunuhan.

Pria berusia 62 tahun itu adalah seorang dokter berkualifikasi dan merupakan bagian dari sindikat yang melakukan transplantasi ginjal ilegal pada awal 2000-an. Sharma mengaku melakukan 125 prosedur transplantasi ginjal ilegal, menghasilkan keuntungan sebesar £7.000 (sekira Rp183 juta) tiap operasi.

Wakil Komisaris Polisi, Rakesh Paweriya mengatakan kepada Times of India bahwa Sharma menargetkan supir taksi sehingga dia dan komplotannya dapat menjual mobil mereka, baik secara keseluruhan maupun dalam bentuk potongan. Setelah kehilangan uang dalam penipuan, Sharma juga mulai memimpin kelompok yang merampok tabung gas dari truk, sering kali membunuh pengemudinya.

"Kaki tangannya merampok truk yang membawa silinder LPG dengan membunuh pengemudi,” kata Paweriya sebagaimana dilansir Mirror.

"Mereka menurunkan muatan truk-truk itu di agen gas palsunya dan kemudian truk yang dirampok itu akan dibongkar di Meerut dan mayat-mayat para pengemudi dibuang di Kanal Hazara, Kashganj yang memiliki buaya, jadi tidak ada kemungkinan pengambilan mayat-mayat itu."

Dia sebelumnya telah dihukum karena tujuh pembunuhan pengemudi taksi yang dilakukan antara tahun 2002 dan 2004, dan dipenjara seumur hidup di Jaipur, Rajastan.

Namun setelah 16 tahun ia diberikan izin untuk menghabiskan 20 hari bersyarat di Januari. Tetapi dia kemudian menghilang, sebelum dilacak ke rumah seorang janda dekat Delhi, demikian dilaporkan media setempat.

Dia bilang dia tidak punya niat untuk kembali ke penjara, dan akhirnya mengakui masa lalunya yang brutal. (*)

loading...
 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]