Waspadai Tanda-Tanda Penuaan Dini, Ternyata Bukan Hanya Muncul Kerutan


Senin, 03 Agustus 2020 - 20:55:20 WIB
Waspadai Tanda-Tanda Penuaan Dini, Ternyata Bukan Hanya Muncul Kerutan Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Terkadang kita abai dengan tanda-tanda penuaan dini yang terjadi pada kulit, dan baru sadar saat sudah begitu terlihat. Seseorang dikatakan mengalami penuaan dini apabila dia terlihat lebih tua daripada usia yang sebenarnya. 

Penuaan dini mungkin menjadi ketakutan bagi beberapa orang, terutama kaum hawa. Padahal, penuaan kulit mudah terjadi jika kulit kita tidak terawat.

Dilansir oleh Asiareadersdigest, penuaan dini merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses penuaan yang terjadi sebelum waktunya. Lalu, apa saja sih tanda penuan dini dan apa penyebabnya?

Munculnya kerutan pada mata

Kerutan yang biasa disebut kaki gagak ini terjadi akibat gerakan otot wajah. Garis-garis halus di sekitar mata ini mungkin merupakan tanda pertama bahwa kulit Anda mulai menua lebih awal.

"Dermis adalah lapisan yang bertanggung jawab untuk menjaga kulit kita kencang, kencang dan bebas dari garis-garis halus," kata Dr Bowe.

"Seiring bertambahnya usia, pembaruan sel mulai melambat, stratum korneum kulit terluar menebal, dan serat elastin di dermis menjadi berantakan," tambahnya.

Kerutan semacam ini merespon cepat terhadap suntikan pengisi kulit, seperti botox dan filler.

Kerutan mulai muncul di daerah lain

Keriput merupakan kondisi kulit yang timbul secara alami. Meski demikian, kondisi kulit setiap orang berbeda-beda. Kerutan sendiri bisa terjadi karena berbagai faktor, misalnya faktor usia, pola hidup, pola makan, serta pola tidur.

Ekspresi wajah yang berulang dapat menyebabkan munculnya garis permanen pada kulit dan menimbulkan kerutan. Nah, cara menghilangkan kerutan di wajah secara alami, mungkin dengan mengurangi ekspresi wajah yang berlebihan.

“Dengan adanya Vitamin C yang melawan kerusakan UV, likopen yang menstabilkan DNA dalam sel, polifenol yang memperbaiki kulit yang rusak, dan serta vitamin E yang bertindak sebagai antioksidan. Cara ini terbukti ampuh untuk menghilangkan kerutan diwajah," kata Dr Bowe.

Makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan mengandung nutrisi penting, dapat melindungi kulit Anda dari kerusakan yang menyebabkan keriput.

Memiliki bintik coklat freckles

Bintik-bintik kecoklatan di wajah lebih populer disebut dengan freckles. Menurut penelitian yang dikeluarkan oleh Journal of Investigative Dermatology, polusi udara menjadi penyumbang terbesar munculnya bintik-bintik cokelat pada wajah. NO2 yang dikeluarkan oleh mesin-mesin kendaraan menyebabkan kulit menjadi kering, kusam, dan bahkan menua lebih dini.

Untuk menghilangkan bintik coklat, biasanya dilakukan dengan penggunaan kosmetik atau terapi laser. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan ke dokter kulit untuk mengetahui jenis kulit Anda dan bagaimana cara melakukan perawatan yang paling tepat untuk kulit anda.

Munculnya bintik matahari (sun spot)

Umumnya, bintik matahari pada wajah muncul karena kita sering beraktivitas di luar ruangan yang terkena sinar matahari. Bintik matahari biasanya berwarna terang, sangat tipis, tidak terangkat dari kulit, dan dapat berkisar dari titik yang sangat kecil hingga titik yang lebih besar seukuran koin.

Jika kita beraktivitas di bawah sinar matahari, pilihlah topi yang akan memberikan keteduhan yang cukup dan membawa tabir surya yang ramah perjalanan.

"Ketika kita memasuki usia 30-an, kita mulai melihat dampak kumulatif dari kerusakan akibat sinar matahari, termasuk bintik-bintik matahari," kata dokter kulit, Dr Whitney Bowe.

Dia menyarankan mengatasi bintik-bintik matahari dengan serum yang mengandung botanical botani, seperti licorice, kedelai, arbutin atau konsultasikan kulit wajah yang terkena bintik matahari ke dokter kulit.

Kulit sangat kering

Saat usia remaja, mengkhawatirkan kulit berminyak, tetapi seiring bertambahnya usia, kulit Anda mungkin menghadapi masalah sebaliknya. "Kesenjangan pada lapisan atas pelindung kulit dapat mengeluarkan molekul-molekul kelembaban yang berharga dan memungkinkan terjadinya iritasi," kata Dr Bowe.

Sinar matahari, merokok, dan bahkan stres dapat berpengaruh pada kulit Anda. Sekali atau dua kali sehari, bersihkan wajah Anda dengan pembersih ringan yang tidak akan merusak pelindung kulit dan sabun muka untuk kulit kering.

Untuk mengeringkan, oleskan kulit secara lembut tanpa menggosoknya. Selalu ingat untuk merawat kulit di wajah dan tubuh Anda dengan produk yang sesuai.

Kulitmu terasa sangat kencang dan berderit

Satu kesalahan perawatan kulit yang biasa terjadi adalah mencuci wajah anda terlalu keras. Badan dermatologist di Amerika Serikat, Sejal Shah, menjelaskan bagaimana risiko ketika kulit wajah terlalu bersih. Menurutnya, kulit wajah justru akan terkikis jika membersihkan terlalu berlebihan.

"Jika kulit anda terasa kencang atau muncul suara berderit pada kulit wajah anda setelah dibersihkan, sebenarnya anda merusak penghalang sehat kulit dan mengeringkan kulit," kata Dr Bowe.

Solusinya, pilihlah sabun cuci muka yang mengandung glycerin, atau juga shea butter, grape seed, dan water essence.

loading...
 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 08 September 2020 - 17:35:35 WIB

    Waspadai Happy Hypoxia COVID-19 yang Bisa Bikin Tumbang Mendadak

    Waspadai Happy Hypoxia COVID-19 yang Bisa Bikin Tumbang Mendadak HARIANHALUAN.COM - Happy hypoxia menjadi gejala virus Corona COVID-19 yang cukup ramai diperbincangkan. Pasalnya, gejala Corona kekurangan kadar oksigen ini sulit dideteksi karena tidak menunjukkan gejala seperti sesak napas..
  • Rabu, 26 Agustus 2020 - 20:57:30 WIB

    Waspadai Happy Hypoxia Syndrome, Gejala Tersembunyi pada Covid-19

    Waspadai Happy Hypoxia Syndrome, Gejala Tersembunyi pada Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Salah satu gejala Covid-19 bisa berupa Sesak napas. Namun, sebuah studi menemukan, pasien yang dinyatakan positif Covid-19 bisa mengalami happy hypoxia syndrome. Nama terakhir merupakan kondisi saat seseora.
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 06:38:32 WIB

    Tak Hanya Covid-19, Gugus Tugas Minta Masyarakat Waspadai Wabah DBD

    Tak Hanya Covid-19, Gugus Tugas Minta Masyarakat Waspadai Wabah DBD HARIANHALUAN.COM - Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengingatkan bahaya peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di masa pandemi Covid-19. Apalagi belakangan kasus demam berdar.
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 10:08:48 WIB

    Waspadai, Kurang Tidur Dapat Picu Penyakit Jantung

    Waspadai, Kurang Tidur Dapat Picu Penyakit Jantung HARIANHALUAN.COM - Tidur yang terganggu bisa membuat frustasi, karena kita merasa lelah keesokan harinya. Namun, terjaga sepanjang malam pun dapat memiliki efek lebih serius dari sekadar kelelahan..
  • Kamis, 28 Mei 2020 - 18:23:14 WIB

    WHO: Waspadai Puncak Kedua Pandemi Corona yang Lebih Bahaya

    WHO: Waspadai Puncak Kedua Pandemi Corona yang Lebih Bahaya HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti daerah dengan kasus infeksi virus corona menurun masih bisa menghadapi puncak kedua pandemi Covid-19 jika abai pada tindakan konkret pencegahan wabah. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]