Dr Li Meng Yan Sebut Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis


Selasa, 04 Agustus 2020 - 10:44:20 WIB
Dr Li Meng Yan Sebut Covid-19 Dibuat di Lab Militer Partai Komunis Dr Li Meng Yan, ahli virologi China di Hong Kongs School of Public Health yang melarikan diri ke Amerika Serikat.

HARIANHALUAN.COM - Dr Li Meng Yan, ilmuwan dari China bilang virus covid-19 itu bukan berasal dari pasar basah di Wuhan seperti yang dikatakan pemerintah Beijing. Ilmuan terkemuka yang melarikan diri ke Amerika Serikat (AS) menyebut, virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. 

Dr Li Meng-Yan, seorang spesialis virologi di Hong Kong's School of Public Health sempat membuat heboh ketika dia tiba di Amerika dan menuduh pemerintahnya menutup-nutupi pandemi Covid-19.

Dia mengatakan bahwa dia sudah "dengan jelas menilai" bahwa virus corona baru diciptakan di laboratorium yang terhubung dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Namun, Beijing telah membantah tuduhan itu.

Berbicara dalam wawancara langsung dengan Taiwan News Agency Lude Press, Yan mengatakan; "Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China."

"Pasar basah Wuhan hanya digunakan sebagai umpan," katanya lagi.

Dia menekankan bahwa ketika dia melaporkan temuannya kepada atasannya, dia tidak dianggap serius dan diabaikan.

Pada titik itu, dia mengklaim bahwa mustahil baginya untuk melaporkan penemuan itu ke tingkat tinggi Partai Komunis China.

"Saya tahu bahwa begitu saya berbicara, saya bisa menghilang kapan saja, sama seperti semua pemrotes yang berani di Hong Kong," ujarnya, yang dilansir Senin (3/8/2020).

"Saya bisa menghilang kapan saja. Bahkan nama saya tidak akan ada lagi."

Dia mengklaim bahwa itu adalah tanggung jawabnya untuk mengeluarkan informasi sebelum "menghilang".

Dr Yan menunjukkan bahwa dia telah dibesarkan dan dididik di bawah rezim Partai Komunis China dan tahu hal-hal apa yang akan dilakukan pemerintah China. Namun, dia tidak berani menebak seberapa rendah Partai Komunis China akan membungkuk.

Ahli virologi ini berjanji bahwa dia akan terus mengatakan yang sebenarnya tentang rezim Bejing dan pandemi Covid-19 dengan harapan mempercepat pemahaman dunia luar tentang rezim dan membantu orang-orang China untuk menggulingkannya.

Sebelum berbicara, dia melarikan diri ke AS pada bulan April dari Hong Kong karena khawatir akan keselamatannya.

Berbicara kepada Fox News awal bulan lalu, dia mengklaim bahwa dia memilih untuk pergi karena tahu bagaimana otoritas China memperlakukan pelapor untuk menyembunyikan epidemi.

Dia menekankan bahwa pelariannya untuk menyampaikan pesan kebenaran tentang Covid-19 kepada dunia. 

Yan mengatakan bahwa dia adalah salah satu ilmuwan pertama di dunia yang mempelajari virus corona.

Dia diduga diminta oleh atasannya di laboratorium rujukan Universitas/WHO, Dr. Leo Poon, untuk melihat cluster aneh kasus mirip SARS yang terjadi di Wuhan pada akhir Desember 2019.

"Pemerintah China menolak untuk membiarkan para ahli di luar negeri, termasuk yang di Hong Kong, melakukan penelitian di China," ujarnya. (*)

loading...
 Sumber : sindonews.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]