Hingga Akhir Juli 2020, Bank Nagari Cabang Utama Restrukturisasi Kredit 766 Debitur Senilai Rp210 Miliar


Selasa, 04 Agustus 2020 - 21:19:19 WIB
Hingga Akhir Juli 2020, Bank Nagari Cabang Utama Restrukturisasi Kredit 766 Debitur Senilai Rp210 Miliar Pemimpin Bank Nagari Cabang Utama Irwan Zuldani

HARIANHALUAN.COM – Hingga akhir Juli 2020, Bank Nagari Cabang Utama sudah merestrukturisasi kredit 766 nasabahnya senilai Rp210 miliar. Restrukturisasi kredit tersebut diberikan kepada debitur di berbagai sektor yang terdampak Covid-19, sejak Maret 2020.

Hal tersebut diungkapkan Pemimpin Bank Nagari Cabang Utama Irwan Zuldani kepada Harianhaluan.com, Selasa (4/8) di ruang kerjanya. Menurut Irwan, di tengah pandemi Covid-19 banyak bisnis yang mengalami gangguan baik perusahaan besar hingga segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan tentang stimulus perekonomian tentang dampak Covid-19. Yaitu berupa kebijakan restrukturisasi kredit perbankan terhadap sektor usaha yang terdampak langsung maupun tidak langsung.

"Restrukturisasi kredit tersebut sebarannya didominasi pelaku UMKM," kata Irwan Zuldani.

Irwan menjelaskan restrukturisasi tersebut diberikan kepada UMKM, ritel, konsumer, korporasi menengah. Dengan sektor seperti pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan pertanian dan pertambangan. "Baik kredit produktif maupun konsumtif yang swasta," tegas Irwan Zuldani yang berhasil membawa Bank Nagari Cabang Utama sebagai Juara Umum dua tahun terakhir berturut-turut dari semua cabang Bank Nagari.

Adapun skema restrukturisasi yang disiapkan di antaranya perpanjangan jangka waktu, penundaan pembayaran pokok baik sebagian maupun seluruhnya.

"Kemudian, penundaan pembayaran bunga sebagian maupun seluruhnya. Dan, skema lainnya. Semuanya disesuaikan dengan kondisi usaha debitur yang terdampak Covid-19. Dengan jangka waktu maksimal sampai Maret 2021. Ada yang jangka waktu 6 bulan, 9 bulan atau 1 tahun pada Maret 2021 itu," tutur Irwan Zuldani.

Irwan Zuldani menegaskan seluruh kredit  yang direstrukturisasi harus atas pengajuan nasabah dan persetujuan bank. "Atas usulan nasabah tetapi tetap atas persetujuan bank. Tentunya kami berpedoman pada POJK No 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical," sebutnya.

POJK tersebut menyebutkan bank memiliki kewenangan untuk menentukan indikator-indikator yang harus dilengkapi oleh debitur jika ingin memperoleh relaksasi pembiayaan.

Lebih jauh Irwan Zuldani menyebutkan pelaksanaan restrukturisasi terhadap debitur yang terdampak Covid-19 harus hati-hati dan sesuai dengan ketentuan.

"Pada restrukturisasi tidak dibolehkan adanya unsur moral hazard yang hanya semata-mata untuk memperbaiki kualitas kredit. Artinya betul-betul nasabah yang bidang usahanya tercampak covid  sebagaimana yang disebutkan di atas," tutup Irwan. (*)

loading...
Reporter : Atviarni /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]