Sudah 'Tak Kuat' Ngajar Anak di Rumah, Ortu Siswa di Pasaman Ingin PBM Tatap Muka Dilaksanakan Kembali


Selasa, 04 Agustus 2020 - 22:17:49 WIB
Sudah 'Tak Kuat' Ngajar Anak di Rumah, Ortu Siswa di Pasaman Ingin PBM Tatap Muka Dilaksanakan Kembali Orang tua siswa tampak mengajari anaknya imbas penerapan belajar di rumah akibat pandemi Covid-19.

HARIANHALUAN.COM - Para orang tua di Kabupaten Pasaman, mulai merasakan beratnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memfasilitasi anaknya belajar daring (online) di rumah. Mereka mengeluhkan biaya untuk membeli kuota internet.

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi membuat Pemkab Pasaman menerapkan belajar online bagi peserta didik di daerah itu. Hanya saja proses belajar mengajar (PBM) dengan sistem online ini banyak dikeluhkan orang tua siswa dalam pelaksanaannya.

Seperti diketahui, kegiatan belajar mengajar di seluruh tingkat pendidikan hingga kini dialihkan dari sekolah ke rumah saja, atau menerapkan pendidikan jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).  

Salah satu orang tua siswa, Mak Itam mengaku, berat. Pasalnya, ia harus menyediakan anggaran lebih untuk pembelian kuota internet. Ditambah lagi, ia memiliki dua anak yang sama-sama duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Hampir setiap minggu, kami harus mengisi paket internet ke konter. Setiap isi kuota paling tidak Rp 50 ribu. Dan kondisi handphone harus on terus setiap hari,” keluh Maktam, Selasa (4/8).

Keluhan senada juga diungkap oleh Seri Rezeki. Ia harus merogoh kocek lebih dalam untuk pembelian gawai pintar bagi anaknya sebagai syarat mengikuti belajar daring dari sekolah, belum lagi kebutuhan kuota internet.

"Yah, terpaksa nyari utangan ke toke buat beli handphone baru. Belum lagi menjadi guru dadakan untuk dua anak saya yang masih SD, setiap malam. Banyak tugas sekolah yang harus dikerjakan," katanya.

Para orang tua tersebut, tidak mempermasalahkan kebijakan pemerintah sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di negeri ini. Hanya saja, mereka berharap ada kebijakan lain yang solutif terkait dampak pemberlakuan PJJ daring dan luring. 

"Kami, para orang tua sangat kerepotan mendampingi anak-anak belajar online di tengah kesibukan kami juga yang setiap hari mencari nafkah. Kami berharap PBM tatap muka dapat dilaksanakan kembali di sekolah di Pasaman. Bukankah, Pasaman sudah zona hijau sekarang," ujar Gunung Harahap. (*)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]