Jika Masih Mangkir Pemeriksaan Kedua, Jerinx Akan Dijemput Paksa Polda Bali 


Rabu, 05 Agustus 2020 - 15:31:56 WIB
Jika Masih Mangkir Pemeriksaan Kedua, Jerinx Akan Dijemput Paksa Polda Bali  jerinx sid

HARIANHALUAN.COM - Jika masih mangkir dari pemanggilan kedua untuk diperiksa, I Gede Ari Astina alias Jerinx, drummer band Superman Is Dead (SID) akan dijemput paksa polisi. 

"Kalau masih mangkir akan kita keluarkan surat perintah membawa, kita jemput paksa. Mudah-mudahan hadir besok dia. Iya, dijemput dia berada dimana," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Bali, Kombes Yuliar Kus Nugroho, dilansir dari Merdeka.com dihubungi Rabu (5/8).

Yuliar menjelaskan, pemeriksaan pertama Jerinx dijadwalkan kemarin, Selasa (4/8). Namun, ia tidak hadir dengan alasan ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Dia karena berhalangan, karena ada satu kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Itu memang diatur dalam Undang-undang juga, diperbolehkan tapi konsekuensi nanti datang dipanggilan kedua," jelasnya.

Sesuai surat panggilan Jerinx akan datang ke Mapolda Bali, pada pukul 09.00 Wita. Namun, kedatangan Jerink adalah sebagai saksi.

"Sementara, sebagai saksi dulu. Jadi laporan IDI itu, iya kita periksa dulu sebagai saksi untuk menjelaskan konteks postingannya itu," ujarnya.

"Kemudian ditindaklanjuti lagi gelar, SOP kita jelas di situ. Hasil gelar terpenuhi atau tidak. Kalau tidak iya kita (tidak) tindak, kalau terpenuhi kita lanjutkan, gitu aja," ujar Kombes Yuliar.

Sebelumnya, Jerinx dipolisikan IDI terkait pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang diunggah dalam akun instagram milik Jerinx.

"Iya, betul ada laporan dari IDI. Jadi, yang dilaporkan terkait dengan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, melalui medsos di akun instagramnya dia," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi saat dihubungi, Selasa (4/8).

Dalam hal itu, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (*)


 

loading...
 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 25 September 2020 - 10:13:32 WIB

    Jika RI Benar-benar Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir

    Jika RI Benar-benar Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir HARIANHALUAN.COM - Saat Indonesia masuk jurang resesi, diprediksi bakal ada tambahan lima juta pengangguran baru lagi di negara ini. Demikian proyeksi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia..
  • Rabu, 23 September 2020 - 15:24:16 WIB

    Jika RUU HIP Jadi UU, Gatot Nurmantyo Khawatir Peristiwa Tahun '65 Akan Berulang

    Jika RUU HIP Jadi UU, Gatot Nurmantyo Khawatir Peristiwa Tahun '65 Akan Berulang HARIANHALUAN.COM - Gatot Nurmantyo bergabung ke Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Ia pun menjelaskan alasannya bergabung ke KAMI yakni tak ingin ideologi Pancasila diubah sembari menyinggung RUU Haluan Ideologi Pan.
  • Jumat, 18 September 2020 - 07:07:49 WIB

    Hotel Disiapkan Jika RS Wisma Atlet Tak Cukup Tampung Pasien Covid-19

    Hotel Disiapkan Jika RS Wisma Atlet Tak Cukup Tampung Pasien Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Ketua tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyatakan salah satu langkah yang disiapkan pemerintah jika Rumah Sakit Wisma Atlet penuh adalah menjadikan hote.
  • Sabtu, 12 September 2020 - 07:27:08 WIB

    Apa Guna PSBB Jika Disiplin Kesehatan Tak Ada?

    Apa Guna PSBB Jika Disiplin Kesehatan Tak Ada? HARIANHALUAN.COM - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan berguna untuk menurunkan kasus Covid-19 jika masyarakat tak mematuhi protokol kes.
  • Senin, 07 September 2020 - 13:45:52 WIB

    Perludem: Tunda Saja Pilkada Jika Abaikan Protokol Covid-19

    Perludem: Tunda Saja Pilkada Jika Abaikan  Protokol Covid-19 HARIANHALUAN.COM- Jika protokol kesehatan  tidak akan dipenuhi secara ketat pada  setiap tahapannya, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mendesak penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serent.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]