Orangtua Keluhkan Belajar di Rumah, Kadisdik: Kita Hanya Jalankan Regulasi Nasional


Kamis, 06 Agustus 2020 - 00:04:12 WIB
Orangtua Keluhkan Belajar di Rumah, Kadisdik: Kita Hanya Jalankan Regulasi Nasional ilustrasi belajar daring

HARIANHALUAN.COM - Penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi coronavirus disease (Covid-19) mulai diprotes para orang tua peserta didik. Khususnya sistem belajar dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Ini pun diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pasaman, Ali Yusri. 

Dia mengakui memahami kesulitan orang tua selama dilaksanakannya pembelajaran jarak jauh alias belajar di rumah bagi anak-anak mereka. "Baik bagi ortu yang mendampingi siswa belajar di rumah maupun masalah quota bagi yang belajar online (daring) untuk tingkat SMA sederajat, semua kita pahami keluhan itu. Namanya saja musibah, tentu ada banyak konsekwensinya," ujar Ali Yusri, saat dihubungi, Rabu (5/8/2020).

Dijelaskannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di daerah hanya menjalankan regulasi dari pemerintah pusat. Keputusan Bupati Pasaman Nomor 421/983/DISDIKBUD/2020 tertanggal 10 Juli 2020 memperkuat penerapan proses belajar mengajar secara PJJ daring dan luring bagi siswa. "Memang begitulah kondisinya sekarang. Kita hanya menjalankan regulasi nasional," katanya. 

Namun, kata dia, untuk saat ini kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah terutama siswa lebih diutamakan. Apalagi dimasa tatanan kehidupan baru. Atas dasar itu pula pembelajaran jarak jauh, baik secara daring dan luring oleh pemerintah tetap diterapkan. "Kesehatan dan keselamatan mereka, prioritas yah. Jangan sampai terpapar Covid-19 pula nanti. Keluhan para orang tua akan menjadi masukan bagi kita (Disdik),” tambahnya.

Dirinya menegaskan sistem pembelajaran di era kenormalan baru untuk tingkat SD dan SMP sederajat di Pasaman tidak menerapkan sistem belajar daring, melainkan luring. Sehingga para orang tua tidak dipusingkan dengan urusan kuota internet. "Agar tidak salah persepsi, sistem belajar daring itu berlakunya untuk tingkat SLTA. Sementara, tingkat SD dan SMP, kita disini (Pasaman) menerapkan metode luring de, jadi tidak ada main kuota internet," imbuhnya. 

Dia mengatakan, bahwa per tanggal 5 Agustus 2020, evaluasi zona di Kabupaten Pasaman, apakah sudah bisa dikategorikan zona hijau (aman), kuning atau masih merah. Sebab, sudah tidak ada lagi penambahan kasus baru (zero) Covid-19. "Insha Allah, akan ada evaluasi zona di Pasaman. Seharusnya, tadi pagi. Tapi, sudah empat kabupaten/kota pula di Sumbar tutup kembali, karena positif covid-19 kembali merebak. Disini, jangan sampai seperti itu," tukasnya. (*)

loading...
Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]