Pemerintahan Nagari di Dharmasraya Ajak Warga Tanam Komoditas Semusim


Kamis, 06 Agustus 2020 - 22:11:15 WIB
Pemerintahan Nagari di Dharmasraya Ajak Warga Tanam Komoditas Semusim Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Beberapa pemerintahan nagari atau desa adat di Kabupaten Dharmasraya dengan ekonomi masyarakat berbasiskan petani atau pekebun, mengajak warganya menanam komoditas semusim. 

"Hantaman pandemi Covid-19 mulai dirasakan dengan menurunnya daya beli masyarakat di kawasan perdesaan, jika tidak disiasati maka dikhawatirkan akan menjurus pada melemahnya ketahanan sektor pertanian yang menjadi andalan utama masyarakat, " Kata Wali Nagari Ranah Palabi Kecamatan Timpeh, Salman Alfarisi , Kamis (06/08). 

Salah satunya, jelas dia, adalah dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman berumur pendek jenis palawija dan lain sebagainya, sambil menunggu kestabilan harga jual komoditas perkebunan jenis tanaman keras yang cukup banyak dibudidayakan masyarakat. 

Menurutnya, dalam situasi pandemi Covid-19 ini tidak memungkinkan lagi masyarakat bergantung pada bantuan langsung tunai karena nilainya tidak akan mencukupi kebutuhan dan jumlah penerima sangat terbatas. 

"Bahkan terkadang dalam penyalurannya sering menimbulkan kegaduhan dan berujung pada rusaknya tatanan norma sosial kemasyarakatan yang sudah terbina baik sejak lama, " Sesalnya. 

Terpisah, Wali Nagari Tiumang Kecamatan Tiumang, Syafrizal, mengharapkan pihak pemerintah lebih tinggi diminta segera memformulasikan kegiatan pembangunan dengan konsep ekonomi kreatif berbasis kerakyatan. 

"Yang lebih penting itu adalah bagaimana gairah ekonomi masyarakat bisa kembali menggeliat dalam adaptasi kebiasaan baru ini, virus Covid-19 memang harus diwaspadai tapi lebih dari itu yakni jaminan keberlangsungan usaha masyarakat juga penting untuk dipikirkan, " Harapnya. 

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Hasanuddin, menyayangkan lemahnya terobosan dinas terkait dalam mengatasi persoalan masyarakat di daerah itu. 

"Saya melihat ada kebingungan ditingkat Organisasi Pemerintah Daerah dalam menyusun paket program pembangunan, akhirnya banyak kegiatan yang mubazir dan tidak kaya fungsi, " Ungkapnya. 

Jika keadaan seperti ini dibiarkan berlarut-larut, tambahnya, dikhawatirkan akan memicu efek penurunan daya beli lebih cepat ditingkat masyarakat desa yang muaranya akan menghambat upaya penyelamatan ekonomi masyarakat desa yang gencar disosialisasikan oleh pihak kementerian terkait. 

"Masyarakat butuh kepastian penguatan perekonomian, tidak bisa sekadar dibantu uang atau gedung-gedung miskin manfaat dan hanya memberikan keuntungan pada segelintir oknum saja," tegasnya. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan angka output perekonomian atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada periode kuartal II-2020. Seperti yang sudah diperkirakan, ekonomi Indonesia mengalami kontraks alias pertumbuhan negatif.

Data otoritas statistik mencatatkan, PDB Indonesia sepanjang April - Juni 2020 mengalami kontraksi -5,32% dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy). Adapun dibandingkan kuartal sebelumnya, PDB kuartal II-2020 mengalami kontraksi -4,19%.

Dua kontraksi berturut-turut ini akhirnya membuat Indonesia masuk ke fase resesi teknikal. Pasalnya, pada kuartal I-2020 secara quarter to quarter, PDB Indonesia mencatatkan minus 2,41%. (*)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]