P21, Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Mulyadi Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan


Kamis, 06 Agustus 2020 - 23:22:05 WIB
P21, Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Mulyadi Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan Kabid Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar), Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto

HARIANHALUAN.COM - Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar), Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto menyatakan, kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap H. Mulyadi, anggota DPR RI yang juga bakal calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) dengan tersangka Ery Sofyar cs sudah P21. Saat ini tinggal penyerahan berkas dan tersangka ke Kejaksaan Tinggi Sumbar.

Selain itu, terhadap dugaan keterlibatan Bupati Agam Indra Catri dalam kasus tersebut, Kombes Satake Bayu membantah pernah mengatakan tidak cukup bukti dugaan keterlibatan Indra Catri dalam pencemaran nama baik Mulyadi.

Satake menjelaskan untuk kasus pencemaran nama baik Mulyadi tersebut saat ini sudah P21 atau hasil penyelidikannya sudah lengkap. Ia berharap jangan ada pihak yang mengambil kesimpulan sendiri, sebaiknya biarkan polisi bekerja dan tunggu hasilnya sampai benar-benar selesai.

“Tidak benar itu, kasusnya sudah P21 dan penyedikannya masih terus dilakukan dan masih dalam proses pendalaman, serta masih dilakukan pencarian fakta-fakta lainnya,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar), Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis (6/8).

Artinya kasus tersebut selanjutnya tinggal penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Ia membantah jika ada berita yang mengatakan kasus pencemaran nama baik Mulyadi tidak ditemukan keterlibatan IC.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto juga menegaskan bahwa kasus tersebut masih dalam pendalaman.

Seperti diketahui dalam kasus itu, penyidik telah mentapkan tiga tersangka yakni Eri Syofiar, 58 tahun, ASN di Pemkab Agam, Robi Putra, 33 tahun, honorer di Pemkab Agam, dan Rozi Hendra, 50 tahun, wiraswasta.

Eri Syofiar dan Robi Putra ditangkap di Agam, sementara Rozi Hendra ditangkap di Padang pada pertengahan Juni lalu. Mereka ditangkap atas laporan polisi pendukung Mulyadi, No: LP/191/V/2020/SPKT-SBR tertanggal 4 Mei 2020. (*)

loading...
 Sumber : rilis /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]