Putra Mahkota Arab Saudi Kirim Tim Pembunuh ke Kanada, Ini Kronologinya


Jumat, 07 Agustus 2020 - 13:27:50 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Kirim Tim Pembunuh ke Kanada, Ini Kronologinya Pangeran Mohammad bin Salman (MBS)

HARIANHALUAN.COM - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) disebut mengirimkan tim pembunuh ke Kanada. Ia dikatakan mengirimkan tim berjumlah 50 orang yang dijuluki "Pasukan Harimau/ Tiger Squad".

Kejadian ini terjadi Oktober 2018, beberapa hari setelah tewasnya jurnalis Jamal Khashoggi di Turki. Kematian Khashoggi, sebelumnya juga disebut pengadilan Istanbul terkait dengan sang pangeran.
Baca: Ngeri, Putra Mahkota Arab Kirim Regu Pembunuh ke Kanada?

Tujuannya pengiriman tim adalah untuk menghabisi seorang mantan perwira intelijen Saudi yang diasingkan ke Kanada. Pria itu adalah Saad Aljabri, yang dikenal dekat dengan mantan putra mahkota sebelumnya Pangeran Mohammed bin Nayef, yang digantikan MBS.

Hal tersebut terungkap dalam gugatan yang diajukan Aljabri ke pengadilan federal di AS.

Gugatannya bisa dilakukan di AS karena dikategorikan dalam pengaduan "mitra terpercaya pejabat intelijen AS". Gugatan berada di bawah UU Perlindungan Korban Penyiksaan dan Statuta Penyiksaan Orang AS.

"Pasukan Harimai dikerahkan ke Kanada termasuk tim forensik yang berpengalaman dengan pembersihan TKP, yang membawa dua tas alat forensik," kata isi gugatan, dikutip dari Fox News, Jumat (7/8/2020).

"Tim pembunuh digagalkan oleh petugas keamanan perbatasan Kanada yang curiga dengan perilaku mereka di pos pemeriksaan bandara."

Di gugatan itu, disebut bahwa Putra Mahkota Arab mengeluarkan fatwa khusus tentang Aljabri. Yang berisi mengirimkan agen memasuki Kanada melalui AS untuk menghabisi Aljabri.

Ditulis pula penculikan yang terjadi ke dua anak Aljabri oleh Pasukan Macan. Keduanya disebut jadi umpan untuk menjebak Aljabri, termasuk tuduhan korupsi.

Anak-anak Aljabri di Arab juga disandera di lokasi yang dirahasiakan di kerajaan. Aljabri sendiri dicopot dari jabatannya di 2015 dan didakwa sebagai pembelot negara di 2017.

"Gugatan itu benar-benar jalan terakhir, itu adalah puncak dari segala yang keluarga telah lalui selama hampir tiga tahun," kata sumber yang bekerja sama dengan keluarga Aljabri mengatakan kepada Fox News.

"Dr Saad (Aljabri) dianggap sebagai orang yang tahu terlalu banyak, memiliki beberapa ketidaksepakatan dengan MBS, dan yang perlu menyingkir."

Kedutaan AS tidak menanggapi permintaan komentar media tersebut.(*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 15 September 2020 - 10:19:05 WIB

    Putra Petani Ini Bakal Jadi PM Baru Jepang Gantikan Shinzo Abe

    Putra Petani Ini Bakal Jadi PM Baru Jepang Gantikan Shinzo Abe HARIANHALUAN.COM - Partai yang memerintah di Jepang memilih Yoshihide Suga sebagai pemimpin baru untuk menggantikan Shinzo Abe, langkah yang menunjukkan ia hampir dipastikan akan menjadi perdana menteri baru Jepang..
  • Jumat, 04 September 2020 - 20:53:09 WIB

    Wow! Putra Mahkota Mohammed bin Salman Disebut Gelar Pesta Bersama 150 Wanita

    Wow! Putra Mahkota Mohammed bin Salman Disebut Gelar Pesta Bersama 150 Wanita HARIANHALUAN.COM - Media asing kembali menyoroti kehidupan Pangeran Arab Saudi yang juga Putra Mahkota, Mohammed bin Salman (MBS). Ia dikabarkan pernah menggelar pesta dengan menghadirkan 150 wanita cantik dari Brasil, Rusia .
  • Rabu, 15 Juli 2020 - 07:56:42 WIB

    Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Tersangka, Riyal Apa Kabar?

    Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Tersangka, Riyal Apa Kabar? HARIANHALUAN.COM -  Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) disebut menjadi tersangka pembunuhan oleh seorang pejabat Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Tetapi, nilai tukar riyal Arab Saudi justru menguat.
  • Selasa, 14 Januari 2020 - 16:31:53 WIB

    Putra Mahkota UEA Inginkan Pulau di Indonesia

    Putra Mahkota UEA Inginkan Pulau di Indonesia ABU DHABI, HARIANHALUAN.COM -- Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed Bin Zayed sempat menyatakan keinginannya agar dicarikan pulau di Indonesia dengan udara dingin dan pantai indah untuknya berinvestasi di bidang pariwi.
  • Senin, 13 Januari 2020 - 19:20:29 WIB

    Keren..! Berkemukinan Putra Mahkota Abu Dhabi Jadi Dewan Pengarah Ibukota Baru RI

    Keren..! Berkemukinan  Putra Mahkota Abu Dhabi  Jadi Dewan Pengarah  Ibukota Baru RI JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Putra Mahkota Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed untuk masuk dalam jajaran Dewan Pengarah Pemindahan Ibu Kota Negara Baru. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]