KPU Sumbar Absen Bahas Sengketa Pemilu, Genius Umar Meradang


Jumat, 07 Agustus 2020 - 17:33:18 WIB
KPU Sumbar Absen Bahas Sengketa Pemilu, Genius Umar Meradang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar musyawarah tertutup atas pengajuan sengketa pemilu dari bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur jalur independen Fakhrizal-Genius Umar.

HARIANHALUAN.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar musyawarah tertutup atas pengajuan sengketa pemilu dari bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur jalur independen Fakhrizal-Genius Umar hari ini, Jumat (7/8/2020).

Namun sayang pada pertemuan tersebut, KPU Sumbar tidak menghadiri panggilan dari Bawaslu Sumbar. Atas kejadian ini, bakal calon gubernur Sumbar, Genius Umar meradang. Pasalnya gedung KPU dan Bawaslu yang hanya berbatas pagar, namun pihak KPU tidak menghadiri panggilan tersebut.

"Kami tidak habis pikir padahal hanya berbatas pagar gedungnya, kami sebagai pelapor hadir sesuai undangan oleh Bawaslu, tapi lama menunggu terlapor, KPU tidak hadir, sehingga pertemuan yang sifatnya tertutup untuk penyelesaian sengketa lewat mediasi harus diskors oleh Bawaslu," kata Genius Umar, Jumat (7/8/2020).

Genius Umar menyesalkan tindakan KPU Sumbar, padahal merupakan lembaga profesional yang dibiayai oleh uang rakyat, tapi malahan tidak bisa hadir. "Padahal KPU dan Bawaslu itu hanya berbatas pagar saja, KPU ku kok begini?,” ujarnya seusai sidang dipending.

Dikatakan Genius, ia menghadiri pertemuan tersebut lantaran menghormati lembaga Bawaslu atas pelaporan yang dilakukan timnya terhadap verifikasi faktual KPU Sumbar yang mendepak pasangan calon independen dikarenakan dukungan maju sebagai jalur perseorangan tidak memenuhi syarat.

Sebelumnya diberitakan bahwa, bapaslon independen Fakhrizal-Genius Umar tidak menerima atas kegagalannya maju sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar karena saat verifikasi faktual haruz mengganti lebih dari 300 ribu KTP dukungan. “Saat itu kami tidak menyerahkan KTP pengganti yang diminta KPU, karena kami tidak percaya dengan verifikasi itu. Bahkan saya sempat sebut satu juta KTP pun diserahkan paslon independen pertama di sejarah Pilkada Sumbar ini, pasti gagal juga kok,” tuturnya.

Karena kecewa dengan keputusan verifikasi faktual, Fakhrizal-Genius Umar akhirnya memilih menggugat putusan KPU ke Bawaslu termasuk mengadukannnya kepada DKPP RI. “Kami memilih cara elegan untuk menyelesaikan sengketa pemilihan ini. Kemarin saya antar langsung pengaduan dugaan tidak profesional dan dugaan melanggar kode etik KPU Sumbar ke DKPP RI,” tambahnya.

Genius Umar berharap pada sidang berikutnya di Bawaslu, KPU bisa hadir supaya persoalan sengketa ini bisa diputuskan oleh Bawaslu. “Ini proses yang digariskan oleh UU, sehingga kami memilih proses ini. KPU sebagai lembaga negara tentu sangat paham sekali proses penyelesain sengketa seperti ini, ayo hadir dan difasilitasi Bawaslu, kita selesaikan sengketa ini,” harapnya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]