Hingga Kini, Dua Unit Mobil Dalmas Satpol PP Masih Standby di Lokasi Cekcok Antara Mahyeldi dan Pedagang


Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:53:53 WIB
Hingga Kini, Dua Unit Mobil Dalmas Satpol PP Masih Standby di Lokasi Cekcok Antara Mahyeldi dan Pedagang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang masih mangkal di lokasi kejadian.

HARIANHALUAN.COM - Pasca insiden Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah cekcok dengan pedang disinyalir berjualan memanfaatkan fasilitas umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang masih mangkal di lokasi kejadian.

Pantauan Harianhaluan.com, Jumat (8/8/2020) pukul 19.26 WIB, para pedagang yang biasanya berjualan di lokasi tersebut, sudah tidak ada lagi, setelah penertiban yang dilakukan Satpol PP.

Sebanyak dua unit mobil dalmas dan patroli milik Satpol PP Kota Padang standby di lokasi yang menjadi tempat viral perdebatan Mahyeldi dengan pedagang. Lokasi itu tepat berada di persimpangan tiga antara Jalan Samudera dengan Jalan Wolter Monginsidi.

Menurut pengakuan salah seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, mengetahui kejadian itu setelah video cekcok antara pedagang dan Walikota Padang itu viral.

"Satpol PP menertibkan PKL tersebut sekitar pukul 14.30 WIB dan hingga kini, kita masih melihat Satpol masih stand by dilokasi," ujar ibu-ibu berdaster itu.

Kepala Satpol PP Kota Padang Alfiadi mengatakan, pihaknya selalu melakukan patroli di kawasan pedestrian Pantai Padang tersebut. Namun, para pedagang sering sembunyi-sembunyi ketika akan membuka dagangannya.

"Sudah dilakukan patroli terutama bersama dinas pariwisata selaku pembina di wilayah setempat. Tetapi ketika kami patroli tidak ada berjualan di lokasi dilarang," kata Alfiadi.

Diketahui sebelumnya, beredar video Mahyeldi Ansharullah cekcok dengan pedagang kaki lima di lokasi pedestrian Pantai Padang tersebut. Disinyalir, politisi PKS ini menegur pedagang yang berjualan mengunakan fasilitas umum.

Dari video berdurasi 5 menit 11 detik itu, peristiwa terjadi ketika Mahyeldi sedang berolahraga sepeda di Pantai Padang. Kemudian, ia berhenti dan menegur pedagang yang berjualan tersebut.

Namun pedagang yang mayoritas ibu-ibu itu tidak terima dan terjadilah perdebatan. Bahkan Mahyeldi mendapatkan perkataan kotor yang dilontarkan oleh para pedagang tersebut.

Meskipun demikian, Mahyeldi berupaya tenang. Saat kejadian, tampak orang nomor satu di Kota Padang itu tanpa ada pengawalan.

Dari percakapan di dalam video, pedagang tersebut tidak terima cara menegur Mahyeldi. "Kami bukan binatang, kami ini manusia, Pak," kata salah seorang ibu di dalam video.

Bahkan, salah seorang ibu lainnya yang amarah, sempat melemparkan sesuatu yang berisikan dagangannya persis di depan Mahyeldi. Namun Mahyeldi kembali mencoba tenang dan hanya melihat amarah para pedagang itu. (*)

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]