Nadiem Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning dengan Sistem Shift, Kecuali Olahraga


Jumat, 07 Agustus 2020 - 20:39:33 WIB
Nadiem Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning dengan Sistem Shift, Kecuali Olahraga Ilustrasi sekolah di masa pandemi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah RI memutuskan untuk membuka sekolah di zona hijau dan kuning terkait virus Corona dengan sistem pergantian atau shifting dan masih belum mengizinkan aktivitas sosial yang akan membuat orang berkumpul. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan kegiatan seperti olahraga, ekstrakurikuler, berkumpul di kantin, bahkan perkumpulan antara rombongan belajar (rombel) masih belum diizinkan.

"Semua aktivitas yang pra-pandemi. Itu ada misal berkumpul di kantin, melakukan kegiatan olahraga dan ekskul, dan berbagai macam kegiatan lain tidak diperkenankan untuk saat ini. Jadi tidak ada aktivitas sosialisasi, perkumpulan antara rombel, itu tidak diperkenankan," kata Nadiem dalam telekonferensi di YouTube Kemendikbud RI, Jumat (7/8/2020) seperti dilansir detikcom.

Lebih lanjut, Nadiem meminta setiap kelas hanya diisi maksimal 18 peserta didik untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK. Sementara bagi jenjang PAUD dan sekolah luar biasa (SLB) hanya diisi maksimal 5 siswa.

"Contohnya untuk pendidikan dasar menengah (dikdasmen), semua kelas harus maksimal 18 peserta didik, kan biasanya sampai 36. Jadi kapasitasnya itu maksimal 50 persen untuk dikdasmen. Dengan jarak minimal 1,5 meter antarbangku. Untuk SLB sama standarnya, hanya maksimum 5 peserta didiknya. Dan untuk PAUD maksimal hanya 5 peserta didik," jelas Nadiem.

Menurut Nadiem, sekolah yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka harus melakukan sistem pergantian atau shifting. Sebab, kapasitas di dalam kelas harus dikurangi.

"Jadinya, bahkan jika pemda dan sekolah siap untuk membuka sekolah, pada saat mereka melakukan itu, kapasitas mau tidak mau dilakukan dengan cara shifting. Dan kapasitas diturunkan secara drastis. Jadi harus sistem rotasi," ucap Nadiem.

Selain itu, Nadiem menuturkan sekolah yang hendak mengadakan pembelajaran tatap muka harus mengisi daftar yang telah disediakan terkait protokol kesehatan. Menurutnya, daftar itu dibuat sesuai standar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Kepala sekolah wajib melakukan pengisian daftar checklist, ini adalah chechklis yang kami dapatkan sesuai standar Kemenkes dan satgas untuk checklist kesiapan pembelajaran tatap muka," ungkap Nadiem.

Diketahui, pemerintah RI memutuskan untuk membuka sekolah di daerah zona kuning Corona. Nadiem mengatakan pembelajaran tatap muka di zona kuning harus dilakukan dengan persyaratan dan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami beserta 3 kementerian (Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Kesehatan) lainnya mengimplementasikan perluasan pembelajaran tatap muka untuk zona kuning. Peluasan tatap muka zona kuning," kata Nadiem.

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo sebagian daerah sudah melakukan kegiatan sekolah tatap muka dengan kegiatan prakondisi dan simulasi. Namun dia juga menyadari ada sekelompok orang tua murid yang belum mengizinkan anaknya untuk mengikuti sekolah tatap muka. Berdasarkan peta zonasi per 2 Agustus, ada 163 daerah yang termasuk dalam kategori zona kuning.

"Kalau kita lihat peta hari ini, per 2 Agustus 2020, ada 163 zona kuning, yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tetapi sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Menteri nanti bisa menjelaskan secara detail polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya, keputusan untuk memulai sekolah atau belajar tatap muka juga dikembalikan kepada daerah. Para bupati, para wali kota, dan gubernur, karena para pejabat itulah yang paling tahu situasi di daerah masing-masing," ujar Donny dalam kesempatan sama. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]