Pembunuh Anak di Siak Ditangkap, Tindakannya Diganjar Hukuman Mati


Sabtu, 08 Agustus 2020 - 12:59:19 WIB
Pembunuh Anak di Siak Ditangkap, Tindakannya Diganjar Hukuman Mati Tersangka pembunuh anak ditangkap oleh Polres Siak.

HARIANHALUAN.COM – Satreskrim Polres Siak berhasil menghentikan pelarian MH (24), tersangka pembunuhan anak di bawah umur yakni, ALG (8), warga Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Tersangka ditangkap oleh personel Reskrim di Kabupaten Nias, setelah menghilang selama sepekan usai melakukan pembunuhan.

Pengungkapan kasus yang terjadi, Kamis (16/7/2020) tersebut dilakukan dari laporan orang tua korban ke Polsek Tualang. Dimana, orang tua korban melaporkan bahwa anaknya telah hilang dari rumah. Mendapat laporan itu, personel Polsek Tualang dipimpin langsung Kapolsek Tualang AKP Faizal Ramzani bersama orang tua korban berupaya melakukan pencarian dan mengumpulkan informasi.

Berdasarkan penyelidikan, didapatkan informasi jika korban dibawa oleh MH (tersangka). Berbekal informasi tersebut, personel Polsek Tualang terus melakukan pencarian terhadap keberadaan korban maupun tersangka. Pencarian tidak sia-sia, keesokan harinya (17/7/2020), korban ditemukan sudah tidak bernyawa di semak-semak belakang kuburan muslim Kampung Sebatang Timur, Kecamatan Tualang.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh personel Polsek Tualang ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. “Hasil autopsi diketahui korban mengalami luka menganga di bagian leher dan luka lecet di bagian anus seperti corong. Kuat dugaan korban dibunuh dan dicabuli," ujar Kapolres Siak AKBP Doddy F. Sanjaya, saat konferensi pers Jumat (7/8/2020) kemarin.

Usai penemuan mayat korban pembunuhan, lanjut AKBP Doddy, tim dari Polres Siak dan Polsek Tualang terus mencari informasi tentang keberadaan tersangka pembunuhan. Upaya mencari informasi akhirnya membuahkan hasil, tim pada 26 Juli 2020 lalu mendapat informasi tentang keberadaan tersangka. 

“Informasi didapat, tersangka ini diketahui berada di Kecamatan Lolofitu Moi, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatra Utara. Berbekal informasi ini, tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Noak P. Aritonang berangkat ke Kabupaten Nias Barat. Bekerjasama dengan Polres Nias untuk mencari dan melakukan penangkapan terhadap tersangka,” ucap Doddy.

Dari hasil penyidikan, lanjut Doddy, tersangka mengakui perbuatannya bahwa telah membunuh korban dengan cara mencekik dan menggorok leher korban menggunakan sebilah pisau yang telah disiapkan sebelumnya. Pisau yang digunakan tersebut dibuang tersangka setelah melakukan aksi bejatnya.

“Tersangka mengaku perbuatannya lantaran sakit hati atas perlakuan orang tua korban terhadapnya. Pelaku mengaku sering dimarahi dan dipukul oleh orang tua korban. Tersangka juga mengakui telah mencabuli korban berulang-ulang sebanyak tiga kali. Dua kali jauh hari sebelum korban dibunuh dan satu kali sebelum membunuh korban,” jelasnya.

Terhadap tersangka, polisi menjerat pelaku dengan pasal 82 ayat ( 1 ) UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak . Serta pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 E UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 340 KUH Pidana dengan ancaman hukuman mati. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]