Setelah Memaki Wali Kota, PKL di Padang Ini Minta Maaf dan Mengaku Khilaf


Sabtu, 08 Agustus 2020 - 14:02:13 WIB
Setelah Memaki Wali Kota, PKL di Padang Ini Minta Maaf dan Mengaku Khilaf Emi didampingi Politisi PPP, Maidestal Hari Mahesa untuk minta maaf. (istimewa)

HARIANHALUAN.COM - Setelah memaki-maki Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, akhirnya pedagang kaki lima (PKL) yang videonya sempat viral di media sosial dua hari belakangan, meminta permohonan maaf. Permohonan maaf itu disampaikannya melalui video dengan durasi lebih kurang 3 menit.

Pedagang kaki lima itu bernama Emi dan masih satu kampung dengan politisi PPP, Maidestal Hari Mahesa. Di dalam video, diungkapkan Mahesa, dia sangat dekat dengan Emi yang keseharian berjualan di lokasi terjadinya cekcok. "Saya dekat dengan keluarga buk Emi ini, untuk itu saya mendampingi beliau untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada Wali Kota Padang," ujar Esa, Sabtu (8/8/2020).

Disebut Esa, dia takut jika nanti video yang sempat menghebohkan warga Kota Padang itu dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk menjatuhkan marwah sang Wali Kota. "Saya juga akan coba mempertemukan buk Emi dengan pak Mahyeldi untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung, mengingat sekarang diketahui sedang di Jakarta," katanya.

Selanjutnya, Emi didampingi anaknya pun mengajukan permohonan. "Saya minta maaf kepada keluarga besar Wali Kota Padang, terutama bapak Mahyeldi karena saya sudah melontarkan kata-kata kasar dan saya malu karena video itu tersebar di medsos," kata buk Emi didampingi Esa di kediamannya.

Sementara diketahui sebelumnya, beredar video Mahyeldi Ansharullah cekcok dengan pedagang kaki lima di lokasi pedestrian Pantai Padang tersebut. Disinyalir, politisi PKS ini menegur pedagang yang berjualan mengunakan fasilitas umum. Video berdurasi 5 menit 11 detik itu memperlihatkan Mahyeldi sedang berolahraga sepeda di Pantai Padang. 

Kemudian, dia berhenti dan menegur pedagang yang berjualan tersebut. Namun, pedagang yang mayoritas ibu-ibu itu tidak terima dan terjadilah perdebatan. Bahkan, Mahyeldi mendapatkan perkataan kotor yang dilontarkan oleh para pedagang tersebut. Meskipun demikian, Mahyeldi berupaya tenang. Saat kejadian, tampak orang nomor satu di Kota Padang itu tanpa ada pengawalan. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]