Diperiksa 8 Jam, Dua Mantan Pimpinan DPRD Sijunjung Ditahan di Mapolres


Sabtu, 08 Agustus 2020 - 18:13:31 WIB
Diperiksa 8 Jam, Dua Mantan Pimpinan DPRD Sijunjung Ditahan di Mapolres Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pasca penetapan status sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan anggaran rumah tangga pimpinan DPRD Sijunjung beberapa waktu lalu, dua mantan pimpinan DPRD Sijunjung periode 2014-2019 akhirnya ditahan, Jumat (7/8) malam, sekitar pukul 23.00 WIB di Mapolres Sijunjung.

Kedua tersangka diduga telah menyalahgunakan anggaran rumah tangga pimpinan dewan DPRD Sijunjung tahun anggaran 2018/2019 sebesar Rp 15 juta/perbulan yang dianggarkan untuk wakil pimpinan. Sementara kasus ini baru mengapung di awal tahun 2019.

Dari informasi yang diperoleh, kedua tersangka berinisial "WI" dan "NJ" sebelum dilakukan penahanan sempat dicerca puluhan pertanyaan oleh penyidik Polres Sijunjung. Dimana proses pemeriksaan dilakukan kurang lebih delapan jam pada Jumat (7/8) di ruang Unit Tipikor Polres Sijunjung. Pada  pemeriksaan awal, Senin (4/8/) lalu, tersangka "WI" tidak datang dengan alasan sakit dan penyidik hanya memeriksa "NJ". 

Penahanan kedua mantan wakil pimpinan DPRD tersebut dibenarkan Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan S.IK, M.Hun melalui Kasat Reskrim AKP Petrizal SIk, Sabtu (8/8) melalui pesan whatsapp.

“Ya benar, kedua tersangka berinisial "NJ" dan "WB" sudah dilakukan penahanan di Mapolres Sijunjung,” kata Kasatreskrim.

Menurut Kasatreskrim, proses penahanan kedua tersangka sudah sesuai dengan KUHAP dan penyidik sudah memiliki dua alat bukti dan juga sudah dilakukan gelar perkara di Mapolda Sumbar beberapa waktu lalu.

"Maka sesuai dengan KUHAP, syarat untuk penahanannya adalah ancaman lima tahun penjara, dan itu sudah cukup untuk penyidik melakukan penahanan kedua tersangka," sebut Kasat Reskrim AKP Fetrizal.

Ditambahkan Fetrizal, kedua tersangka ditahan di sel tahanan Polres Sijunjung terhitung sejak Jumat (7/8) hingga 20 hari ke depan. 

"Jika nanti berkas sudah lengkap (P-21), akan kita limpahkan ke Kejaksaan. Untuk NJ sudah kita siapkan penasehat hukumnya, sedangkan WB menyiapkan penasehat hukum sendiri,” tambahnya. 

Dalam penyelidikan, polisi juga minta pihak BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) Provinsi Sumbar untuk melakukan audit atas kerugian negara mencapai ratusan juta itu.

"Atas tindakan kedua tersangka, diduga negara telah dirugikan hingga ratusan juta," kata AKP Fetrizal.

Data sebelumnya, tersangka "WI" adalah anggota DPRD Sijunjung aktif yang menjabat dua periode yakni periode 2104-2019 sebagai Wakil Ketua DPRD dan periode 2019-2024 sebagai anggota DPRD. Sementara tersangka "NJ" sebagai mantan Wakil Ketua DPRD periode 2014-2019 dan saat ini tidak lagi menjabat anggota DPRD. (*)

loading...
Reporter : Ogi Sunandar /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]