Lebih 100 Orang Terluka saat Aksi Unjuk Rasa Beirut Berujung Ricuh


Ahad, 09 Agustus 2020 - 07:45:57 WIB
Lebih 100 Orang Terluka saat Aksi Unjuk Rasa Beirut Berujung Ricuh aksi unjuk rasa anti pemerintah Beirut berujung ricuh

BEIRUT, HARIANHALUAN.COM - Demonstrasi di Beirut berakhir ricuh dan menimbulkan banyak korban luka-luka. Lebih dari 100 pengunjuk rasa terluka dalam bentrokan itu.

Demonstrasi dipicu Ledakan dahsyat di Beirut pada Selasa lalu. Menurut masyarakat Lebanon, pemerintah harus bertanggung jawab atas ledakan yang menghancurkan sebagian besar ibu kota Lebanon.

Pada Sabtu (8/8) kemarin ribuan masa berkumpul melakukan unjuk rasa. Peserta aksi juga mendirikan tiang gantungan di Lapangan Martir, Beirut.

Polisi bahkan harus menembakkan gas air mata dan peluru karet kepada ribuan orang yang berkumpul dan menyerukan jatuhnya elit politik negara. "Rakyat ingin rezim jatuh!" salah satu teriakan dari para peserta demontrasi.

Setelah itu para demonstran memasang tiang gantungan, patung para pemimpin politik, termasuk mantan perdana menteri Saad Hariri dan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah juga ditampilkan. Ini merupakan beberapa tanda kemarahan publik yang paling eksplisit terlihat selama bertahun-tahun.

Polisi menembakkan peluru tajam ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Namun justru ditanggapi dengan melemparkan batu dan menyerang barisan keamanan.

"Kami datang dari Hasbaya sebagai solidaritas dengan Beirut. Kami datang untuk berdiri bersama dalam kesedihan dan menyampaikan belasungkawa atas kehilangan putra dan putri," ujar salah satu pengunjuk rasa,  Lina dilansir dari Arab News, Ahad (9/8).

“Kami datang untuk memberitahu semua pemimpin untuk pergi sehingga kami dapat membangun kembali apa yang telah Anda hancurkan, apa yang terjadi adalah karena kelalaian dan keserakahan Anda,” katanya.

Sementara itu, blok parlemen Partai Kataeb yang beranggotakan tiga orang mengundurkan diri pada Sabtu sebagai protes atas ledakan itu. Sehingga jumlah anggota parlemen yang mundur sejak bencana itu menjadi lima orang.

Ledakan dahsyat Selasa lalu telah menewaskan 154 orang dan 5.000 lainnya luka-luka, serta masih ada 60 orang yang dinyatakan hilang.  Kedutaan Besar Suriah di Lebanon mengatakan 43 warga Suriah termasuk di antara mereka yang tewas dalam ledakan tersebut.

Tim militer yang bekerja di lokasi ledakan melakukan tes untuk bahan kimia, radioaktif atau biologis pada Sabtu kemarin. Tim penyelamat bekerja sepanjang waktu mencari sinyal ponsel untuk mencari mereka yang hilang setelah ledakan. Namun, tim kesulitan melakukan pencarian karena banyaknya puing-puing bangunan yang hancur dalam ledakan tersebut. (*)
 

loading...
 Sumber : Republika /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]