Ini 5 Fakta Indonesia di Ambang Resesi, Strategi Pemerintah Jadi Penentu di Kuartal III


Ahad, 09 Agustus 2020 - 11:17:45 WIB
Ini 5 Fakta Indonesia di Ambang Resesi, Strategi Pemerintah Jadi Penentu di Kuartal III Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 mencapai minus 5,32%. Hal ini disebabkan imbas dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Sebelumnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 2,97% pada kuartal I-2020. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dibandingkan dengan triwulan I-2020 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi minus 4,19%. Sementara kumulatif semester I terhadap semester I-2019 kontraksi 1,26%.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang minus, Indonesia terancam resesi. Namun, resesi terjadi jika pertumbuhan ekonomi kuartal III juga negatif.

Berikut adalah fakta ancaman resesi ekonomi yang dilansir dari Okezone, Minggu (9/8/2020).

1.Penentuan di Kuartal III

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menjelaskan, ekonomi RI bisa disebut resesi, apabila nanti bulan Oktober, Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis angka pertumbuhan kuartal III-2020 negatif.

"Pada kuartal III-2020, dengan masih adanya pandemi ini, perekonomian masih akan terkontraksi. Tetapi dengan pelonggaran PSBB, kontraksi ekonomi yang terjadi akan lebih minim. Tidak akan sedalam kuartal II-2020," pungkas dia.

2. Antisipasi Resesi

Pemerintah Indonesia harus segera memikirkan nasib pelaku UMKM pada kuartal-III tahun 2020. Hal itu untuk menghindari badai resesi di Tanah Air, karena mengingat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 minus 5,32%.

"Saya sangat yakin jika stimulus itu diperhatikan kepada perekonomian rakyat, pedagang kecil, pasar, UMKM akan mampu meningkatkan perekonomian," kata Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri.

3. Strategi Pemerintah

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi adalah melalui peningkatan belanja pemerintah. Optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), peningkatan daya beli masyarakat dan dukungan di sektor diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III dan IV.

"Kami (pemerintah) pun telah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Pembentukan itu akan meningkatkan koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Sehingga perencanaan dan eksekusi kedua target kesehatan dan ekonomi dapat berjalan beriringan dan tercapai sekaligus," jelas dia.

4. Pemasukan Seret

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, dampak paling terasa adalah pada pemasukan. Jika negara mengalami resesi maka pemasukan yang diterima masyarakat akan semakin sulit.

"Betul (resesi berpengaruh kepada pemasukan yang semakin seret)," ujarnya saat dihubungi Okezone.

5. Ancaman PHK

Andi menjelaskan, saat resesi yang paling ditakutkan adalah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebab, para perusahaan akan mengalami kesulitan.

PHK massal yang terjadi akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Sebab pendapatan menurun membuat masyarakat menahan belanjanya.

"Paling ditakutkan sebenarnya pengurangan karyawan. Otomatis juga akan mengurangi penghasilannya berkurang maka daya belinya akan berkurang," jelasnya. (*)

loading...
 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 27 September 2020 - 17:12:25 WIB

    Ini Tips Investasi Saham Saat Resesi

    Ini Tips Investasi Saham Saat Resesi HARIANHALUAN.COM - Pandemi yang sudah menginfeksi lebih dari 33 juta orang secara global per Minggu ini (27/9/2020), telah menyebabkan ekonomi banyak negara kacau dan puluhan negara terjerat ke dalam resesi, tidak terkecuali .
  • Sabtu, 26 September 2020 - 11:26:11 WIB

    Dalam 4 Hari Beruntun Rupiah Babak Belur, Ini Penyebabnya

    Dalam 4 Hari Beruntun Rupiah Babak Belur, Ini Penyebabnya HARIANHALUAN.COM - Dolar AS sedang perkasa, akibatnya dalam 4 hari beruntun rupiah melemah. Seperti sedang menghadapi Mike Tyson, nilai tukar rupiah babak belur melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot pada perdaganga.
  • Kamis, 24 September 2020 - 13:22:57 WIB

    Perusahaan Ini Gugat Lion Air di Pengadilan Inggris Rp 189 M, Ada Apa?

    Perusahaan Ini Gugat Lion Air di Pengadilan Inggris Rp 189 M, Ada Apa? HARIANHALUAN.COM - Lion Air digugat di Pengadilan London, Inggris, hingga 10 juta pound (Rp 189 miliar). Goshawk Aviation Ltd menuntut maskapai milik Rusdi Kirana itu karena berhutang pembayaran sewa tujuh jet Boeing..
  • Rabu, 23 September 2020 - 12:14:54 WIB

    Antisipasi Krisis, Begini Cara Kementan Manfaatkan Singkong Jadi Gula Cair

    Antisipasi Krisis, Begini Cara Kementan Manfaatkan Singkong Jadi Gula Cair HARIANHALUAN.COM - Peneliti BB Pascapanen, Agus Budiyanto mengatakan kebutuhan gula di Indonesia makin lama makin meningkat. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan secara maksimal sumber gula d.
  • Rabu, 23 September 2020 - 06:42:33 WIB

    RI Dipastikan Resesi, Ini Penjelasan Sri Mulyani

    RI Dipastikan Resesi, Ini Penjelasan Sri Mulyani HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resesi pada kuartal III-2020. Menurut para ekonom, kondisi tersebut akan berdampak pada pelemahan daya beli hingga pemutusan hubungan kerja.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]