Rupiah Menguat, Berkat 'Kado' Donald Trump?


Senin, 10 Agustus 2020 - 09:17:36 WIB
Rupiah Menguat, Berkat 'Kado' Donald Trump? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Pelaku pasar merespons positif perkembangan dari Negeri Paman Sam sehingga berani memborong aset-aset berisiko di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pada Senin (10/8/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.550 kala pembukaan pasar spot, Rupiah menguat 0,21% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sepanjang minggu kemarin, rupiah melemah 0,34% di hadapan dolar AS. Memasuki pekan yang baru, rupiah sepertinya siap membalas kekalahan tersebut.

Penguatan rupiah tidak lepas dari dinamika di Negeri Paman Sam. Presiden Donald Trump mengungkapkan dirinya siap menunda setoran Pajak Penghasilan (PPh) dari para pekerja AS demi menyelamatkan ekonomi dan daya beli dari hantaman pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Sang presiden ke-45 Negeri Adidaya mengaku siap merilis kebijakan tersebut secara unilateral, artinya dengan atau tanpa persetujuan Kongres.

"Jika kubu Partai Demokrat terus menyandera pengesahan stimulus, maka saya akan bertindak sesuai kewenangan saya sebagai presiden agar rakyat AS mendapat keringanan yang mereka butuhkan," tegas Trump dalam konferensi pers di lapangan golf miliknya di New Jersey, seperti dikutip dari Reuters.

Trump menambahkan, penundaan pembayaran PPh rencananya akan dimulai pada 1 Juli hingga akhir 2020. Bahkan kalau perlu bisa diperpanjang sampai 2021 kalau Trump terpilih lagi dalam Pemilu 2020.

Beberapa waktu lalu, kubu Partai Republik di House of Representatives (salah satu dari dua kamar pembentuk Kongres AS selain Senat) mengusulkan proposal stimulus baru bernilai US$ 1 triliun. Stimulus baru dibutuhkan karena pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai US$ 600 per pekan selesai pada akhir Juli.

Namun Demokrat kurang puas dengan proposal itu. Demokrat masih berhasrat menggolkan paket stimulus fiskal senilai US$ 3,4 triliun yang kandas beberapa bulan lalu.

Sampai akhir pekan kemarin, Kepala Staf Kepresidenan Mark Meadows dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin melaporkan kepada Trump bahwa belum ada titik temu dengan pimpinan kubu Demokrat di House Nancy Pelosi dan pimpinan Demokrat di Senat Chuck Schumer. Oleh karena itu, Trump akan mengambil langkah unilateral alias sepihak dengan menunda penarikan PPh.

Pelaku pasar sepertinya memberikan respons positif terhadap rencana Trump. Penundaan PPh praktis akan membuat gaji karyawan diterima penuh tanpa potongan pajak. Pendapatan riil akan bertambah, dan diharapkan mampu mendongrak daya beli.

Konsumsi rumah tangga merupakan komponen utama dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) AS. Ketika konsumsi meningkat, otomatis ekonomi bakal tumbuh cepat.

Proyeksi terkini untuk pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 versi GDPNow keluaran Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) cabang Atlanta adalah 20,5%. Meningkat ketimbang proyeksi sebelumnya yaitu 20,3%.

AS adalah perekonomian terbesar di dunia, sang kepala naga, sang lokomotif. Kalau ekonomi AS bangkit, maka dunia pun akan ikut terungkit.

Harapan akan pemulihan ekonomi AS (dan dunia) membuat investor berkenan untuk masuk ke instrumen berisiko di negara-negara berkembang Asia. Aliran modal ini kemudian menjadi 'bensin' bagi rupiah untuk melaju ke utara alias menguat.(*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 23 September 2020 - 16:26:15 WIB

    Rupiah Ditutup Melemah, Ramalan Resesi Jadi Pukulan Telak Pasar Keuangan

    Rupiah Ditutup Melemah, Ramalan Resesi Jadi Pukulan Telak Pasar Keuangan HARIANHALUAN.COM – Informasi mengenai skandal pencucian uang bank raksasa dunia, kemungkinan lockdown di Inggris, aksi jual Wall Street, rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia, hingga ramalan resesi Indonesia oleh M.
  • Jumat, 11 September 2020 - 15:50:01 WIB

    Ini Salah Anies Juga: Rupiah Hari Ini Merosot

    Ini Salah Anies Juga: Rupiah Hari Ini Merosot HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar rupiah hari ini terus menunjukkan pelemahan. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menilai banyak faktor yang membuat rupiah hari ini tertekan. Bahkan menurutnya sudah terjadi komplikasi..
  • Kamis, 10 September 2020 - 09:16:20 WIB

    Rupiah Menguat ke Rp 14.750/US$ Pagi Ini

    Rupiah Menguat ke Rp 14.750/US$ Pagi Ini HARIANHALUAN.COM - Setelah melemah 0,14% kemarin, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ke zona hijau di perdagangan pasar spot hari ini .
  • Rabu, 09 September 2020 - 09:47:46 WIB

    Aduh, Nilai Rupiah Menukik Rabu Pagi

    Aduh, Nilai Rupiah Menukik Rabu Pagi HARIANHALUAN.COM-Pada transaksikan antarbank di Jakarta,  Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak melemah, pada Rabu pagi  (9/9/2020)..
  • Kamis, 03 September 2020 - 17:09:14 WIB

    Awas, Rupiah dan IHSG Berada di Zona Merah

    Awas, Rupiah dan IHSG Berada di Zona Merah  HARIANHALUAN.COM-Pada perdagangan Kamis (3/9/2020) sore ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) , ditutup di zona merah. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]