Era Pandemi, Realisasi APBD Sumbar Posisi 2 Terbaik di Indonesia


Senin, 10 Agustus 2020 - 17:57:27 WIB
Era Pandemi, Realisasi APBD Sumbar Posisi 2 Terbaik di Indonesia Gubernur Sumbar Irwan Prayitno

HARIANHALUAN.COM - Di era pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih melanda sejumlah daerah di Indonesia, khususnya Sumatra Barat, turut berdampak pada lesunya ekonomi nasional. Banyak pos-pos pendapatan dan belanja negara yang mengalami refocusing dalam upaya menanggulangi virus corona ini.

Kondisi yang sama juga dirasakan pada keuangan daerah. Sumber utama pendapatan daerah banyak yang tidak tercapai. Begitu pun dengan pos pengeluaran, situasi extraordinary cepat tanggap Covid-19 tidak seluruhnya bisa direspon segera oleh sebagian provinsi.

“Alhamdulillah Sumbar tetap on track. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementrian Keuangan RI, tanggal 9 Agustus 2020, pukul 12.00 WIB, realisasi pendapatan APBD Sumbar mencapai 60.85 persen, terbaik kedua nasional di bawah DKI Jakarta,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Senin (10/8/2020).

Dalam rilis yang sama, Sumbar juga menjadi terbaik ketiga dalam realisasi belanja di bawah DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan dengan persentase 51.88. Kedua realisasi ini diatas rata-rata nasional dan provinsi. Lanjut Irwan, sesuai amanat Presiden Jokowi, gubernur diminta mempercepat penyerapan APBD untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang anjlok akibat Covid-19.

“Presiden berpesan agar penyerapan anggaran musti segera dilakukan. Momentumnya kuartal ketiga, yakni bulan Juli, Agustus dan September. Kalau tak bisa mengejar di kuartal ketiga, jangan harap mampu dikuartal keempat,” tambah Irwan.

Atas prestasi yang diraih, Irwan menyampaikan apresiasi pada semua pihak yang terlibat. “Semuanya berperan atas keberhasilan ini, meskipun masih ditengah pandemi, produktivitas tetap tak luntur. Selamat kepada seluruh tim yang telah bekerja keras mewujudkan kondisi ini,” ucapnya.

Irwan juga berpesan, agar jajarannya tak cepat berpuas diri. “Terus genjot pendapatan dan belanja daerah, sebab situasi perekonomian masih mengkhawatirkan. Di kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi kurang dari 4,3 persen. Agar segera positif, maka pertumbuhan ekonomi harus meningkat. Salah satunya dengan cara mempercepat belanja pemerintah,” tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]