Koperasi harus Jadi Bapak Angkat Lindungi Usaha Mikro


Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:09:44 WIB
Koperasi harus Jadi Bapak Angkat Lindungi Usaha Mikro ilustrasi Koperasi

HARIANHALUAN.COM - Kepala Bidang Industri dan UMKM pada Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Dharmasraya, Yoce Sudarso meminta pihak lembaga koperasi di daerah itu turut melindungi keberlangsungan usaha mikro agar mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. 

"Sejak lima tahun terakhir diakui pertumbuhan pelaku usaha mikro cukup pesat, namun keberadaannya saat ini terancam akibat ekses pandemi yang cukup berat melanda sektor perekonomian warga," ungkapnya di Dharmasraya, Rabu (12/8/2020). 

Berdasarkan data terbaru, lanjutnya, setidaknya ada sebanyak 6.779 pelaku usaha mikro tersebar di 11 kecamatan yang ada, sebagian besar muncul dengan kemauan dan nyaris belum tersentuh bantuan permodalan pengembangan usaha. Jika dibandingkan dengan data 2016, lanjutnya, kenaikan yang terjadi sebanyak dua kali lipat dalam kurun waktu hampir lima tahun.

Dengan kata lain, ada tren pertumbuhan ekonomi mikro yang jika dilakukan pembinaan diharapkan mampu berkembang menjadi kluster baru di bidang ekonomi kreatif dan produktif. "Kendala utamanya adalah sebagian besar dari mereka tidak mampu memenuhi persyaratan untuk mengajukan kredit permodalan pada lembaga perbankan," jelasnya. 

Terkait model pembinaan dari pihak pemerintahan bagi para pelaku UMKM di daerah, dia mengungkapkan berdasarkan permintaan data pihak kementerian, jenis usaha sektor riil di bidang pertanian dan ekonomi produktif lain sepertinya akan mendapatkan perhatian khusus. Namun upaya pendataan terkendala akibat tumpang tindihnya basis data penerima bantuan permodalan dengan data penerima bantuan langsung tunai.

"Pendataan akan lebih mudah dan bisa dipertanggungjawabkan jika pelaku UMKM itu memiliki kemitraan dengan pihak koperasi yang berdasarkan data terakhir ada sebanyak 215 lembaga dengan 207 masih tercatat sebagai koperasi aktif pada 2019," tutupnya. 

Sebelumnya, pemerintah bersiap menggelontorkan dana senilai Rp 28,8 trilyun pada pertengahan Agustus 2020. Dana tersebut akan digunakan untuk membantu 12 juta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan pemerintah menaruh perhatian pada UMKM yang terpukul pandemi karena dinilai soko guru perekonomian Indonesia. 

Teten menyebut, 99 persen pelaku usaha penopang ekonomi nasional berasal dari sektor UMKM ini. “Anggarannya Rp28,8 triliun untuk 12 juta pelaku usaha mikro. Saat ini sedang dalam proses pendataan by name by address karena nantinya ditransfer. Kami butuh dukungan pemda untuk mendata UMKM sebagai upaya mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” ungkap Teten di Kompleks Kepatihan. (*)

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]