Mendagri Sebut Air Wudu Tak Bisa Bunuh Covid-19, Benarkah?


Kamis, 13 Agustus 2020 - 21:06:26 WIB
Mendagri Sebut Air Wudu Tak Bisa Bunuh Covid-19, Benarkah? Mendagri Tito Karnavian.

HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegaskan air wudu yang dilakukan umat Islam sebelum melaksanakan salat lima waktu tak dapat membunuh virus corona (Covid-19). Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Kepala Staf Presiden Moeldoko. Tito menegaskan banyak hasil riset yang sudah dipublikasikan menyatakan mencuci tangan dengan air saja tak akan ampuh mematikan virus corona.

"Wudu itu air, airnya dalam penelitian tidak mematikan virus itu, karena air tidak menghancurkan lemak [virus corona]," kata Tito dalam acara Launching Gerakan 2 Juta Masker yang disiarkan di Kanal Youtube Livestreaming Kemendagri, Kamis (13/8/2020).

Lebih lanjut, Tito menegaskan bahwa virus corona hanya bisa dibasmi dengan mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer. Ia menegaskan berbagai zat kimia yang terkandung dalam sabun ampuh untuk membunuh komposisi lemak yang menjadi salah satu komponen corona. "Wudu boleh, saya juga wudu lima kali sehari, minimal. Kira-kira sampaikan ke kiai, sebelum wudu, cuci tangan pakai sabun dulu, baru wudu, itu bener mematikan virusnya," kata Tito.

Karena itu, Tito meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Ia pun meminta pemerintah daerah juga menyediakan sabun untuk cuci tangan di tempat-tempat umum. "Ini perlu ada kebijakan pemerintah dengan sosialisasi, kenapa perlu penegakan cuci tangan," jelas Tito.

Diketahui, pernyataan Tito itu bertolak belakang dengan Kepala Staf Presiden Moeldoko yang sempat menyatakan kebiasaan wudu bagi masyarakat di Sumatera Barat bisa mencegah corona. Moeldoko menyatakan kecenderungan kasus positif corona yang mulai berkurang di Sumatera Barat pada awal Juni 2020 lalu, tak lepas dari penerapan pola hidup sehat berbasis kearifan lokal. 

Salah satunya adalah wudu sebelum salat dan menutup hidung saat bersin. "Kasus Covid-19 di Sumbar terkendali karena menerapkan local wisdom, pola hidup sehat berbasis kearifan lokal. Warga yang sebagian besar muslim di Sumbar tanpa disadari berwudu membersihkan diri sehari setidaknya lima kali," ujar Moeldoko dalam webinar tentang 'Kesiapan Nagari/Desa Menuju Era New Normal dalam Pandemic Covid-19'. (*)

loading...
 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 27 September 2020 - 10:05:04 WIB

    Mendagri Lantik Empat Pjs Gubernur, Irwan Prayitno Tetap Pimpin Sumbar

    Mendagri Lantik Empat Pjs Gubernur, Irwan Prayitno Tetap Pimpin Sumbar HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik empat Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur yang akan bertugas untuk mengawal pelaksanaan pemilihan kepala daerah..
  • Jumat, 25 September 2020 - 09:53:58 WIB

    Kemendagri Tunjuk Tunjuk 137 Pjs Kepala Daerah

    Kemendagri Tunjuk Tunjuk 137 Pjs Kepala Daerah HARIANHALUAN.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menugaskan 137 penjabat sementara (Pjs) kepala daerah yang terdiri atas 4 Pjs gubernur dan 133 Pjs bupati/wali kota. Pjs ini diangkat karena kepala daerah definit.
  • Kamis, 24 September 2020 - 15:07:36 WIB

    Nama Sumbar Usul Diubah Jadi Minangkabau, Begini Tanggapan Kemendagri

    Nama Sumbar Usul Diubah Jadi Minangkabau, Begini Tanggapan Kemendagri HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon mengusulkan perubahan nama provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi Minangkabau. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan pergantian sebuah nama provinsi membutuhk.
  • Selasa, 08 September 2020 - 06:59:48 WIB

    Mendagri Tegur Keras 51 Kepala Daerah Karena Langgar Protokol Kesehatan

    Mendagri Tegur Keras 51 Kepala Daerah Karena Langgar Protokol Kesehatan HARIANHALUAN.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyesalkan banyak para kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan. Di masa pandemi Covid-19, harusnya pimpinan daerah menjadi contoh bagaimana menerapkan protokol.
  • Ahad, 06 September 2020 - 15:05:34 WIB

    Tegas! Kemendagri Minta Polisi Sanksi Cakada yang Lakukan Aksi Konvoi

    Tegas! Kemendagri Minta Polisi Sanksi Cakada yang Lakukan Aksi Konvoi HARIANHALUAN.COM - Mantap. Guna mengantisipasi merebaknya cluster penyebaran covid-19, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta aparat keamanan dan penegak hukum memberikan sanksi kepada bakal pasangan calon kepala daera.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]