Penelitian Terbaru Sebut Es di Kutub Utara Diprediksi Hilang 10 Tahun Lagi


Kamis, 13 Agustus 2020 - 21:21:58 WIB
Penelitian Terbaru Sebut Es di Kutub Utara Diprediksi Hilang 10 Tahun Lagi ilustrasi Kutub Utara

HARIANHALUAN.COM - Hasil penelitian terbaru memprediksi es laut Arktik atau Kutub Utara bisa menghilang atau mencair pada 2035 mendatang. Dalam penelitian ini, akademisi menggunakan alat pemodelan iklim yang dibuat oleh Met Office untuk mengetahui bagaimana Arktik merespons selama periode pemanasan 127.000 tahun lalu.

Hasil ini kemudian digunakan untuk memprediksi masa depan dan mengungkapkan kemungkinan tidak akan ada es laut di Arktik dalam waktu 15 tahun. Hal ini disebabkan oleh sinar Matahari musim semi yang kuat dan menciptakan genangan air yang dikenal sebagai "melt ponds", yang menyerap panas dari Matahari dan kemudian menyebabkan pemanasan.

Keberadaan es laut Arktik sangat penting dalam ekosistem dunia dan pencairannya tidak hanya akan menyebabkan naiknya permukaan laut, tetapi juga membuat banyak spesies kehilangan tempat tinggal. Sebagai contoh, beruang kutub yang sangat bergantung pada es laut Arktik untuk kehidupannya karena hewan ini menggunakan es untuk mengintai dan berburu mangsa.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa sebagian besar populasi beruang kutub berisiko punah pada tahun 2100 karena hilangnya es laut. Garis waktu ini kemungkinan akan dipercepat jika prediksi baru tahun 2035 terbukti akurat. Ilmuwan dari Universitas Cambridge dan British Antarctic Survey bekerja sama dengan Met Office dalam studi terbaru.

Para ahli menemukan bahwa selama periode interglasial hangat sekitar 127.000 tahun yang lalu, sinar Matahari musim semi yang intens menciptakan genangan air saat es mencair. Kolam air yang mencair ini menyebabkan lebih banyak es mencair karena tidak memantulkan sinar Matahari sebanyak es utuh. 
Sebaliknya, lebih banyak sinar Matahari dan energi diserap oleh air, menghangatkan lebih banyak es, dan berkontribusi pada fenomena yang dikenal sebagai amplifikasi Arktik. Dilansir dari Daily Mail, Rabu (12/8/2020), ini dianggap sebagai faktor utama pencairan es laut lebih dari 100.000 tahun lalu dan jumlah genangan air lelehan yang serupa telah terlihat saat ini dalam citra satelit.

Catatan satelit menunjukkan bahwa es itu menyusut sekitar 15 persen setiap dekade, dengan sekitar setengah dari semua es laut Arktik menghilang sejak tahun 1980-an. Sementara hampir semua ahli setuju bahwa es laut Arktik akan hilang pada 2050, prediksi sebelumnya terbukti sangat tidak akurat. Beberapa perkiraan secara keliru menyatakan bahwa es laut Arktik pasti sudah lenyap.

"Suhu tinggi di Arktik telah membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Mengungkap misteri ini secara teknis dan ilmiah memang menantang. Untuk pertama kalinya, kita bisa mulai melihat bagaimana Arktik menjadi lautan bebas es selama interglasial terakhir," kata Dr Maria Vittoria Guarino, penulis utama gabungan dan Earth System Modeller dari British Antarctic Survey (BAS).

Kemajuan yang dibuat dalam pemodelan iklim menunjukkan bahwa manusia dapat membuat simulasi lebih akurat dari iklim masa lalu Bumi. Pada akhirnya memberi gambaran lebih besar dalam memprediksi model iklim untuk masa depan. Prediksi hilangnya lautan es pada 2035, harus membuat semua orang berfokus untuk menciptakan Bumi yang rendah akan karbon secepat mungkin secara manusiawi. (*)

loading...
 Sumber : HiTekno /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 07 Februari 2020 - 21:02:22 WIB

    Universitas Syiah Kuala Bersedia Jadi Pusat Penelitian Ganja

    Universitas Syiah Kuala Bersedia Jadi Pusat Penelitian Ganja JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Profesor Samsul Rizal, mendukung jika kampusnya dijadikan tempat meneliti tanaman narkotika, cannabis, untuk keperluan medis dengan standarisa.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]