Dua Walinagari di Dharmasraya Diberhentikan Sementara Gegara Masalah Ini


Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:43:46 WIB
Dua Walinagari di Dharmasraya Diberhentikan Sementara Gegara Masalah Ini

HARIANHALUAN. COM - Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari (DPMD) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Hasto Kuncoro mengatakan, pemerintah daerah telah memberhentikan sebanyak dua orang wali nagari di daerah itu.

"Keputusan tersebut diambil menyusul adanya permasalahan yang tengah dihadapi yang bersangkutan, yakni ketidakpuasan masyarakat atas kinerja yang bersangkutan seperti yang dialami Wali Nagari Ampang Kuranji dan oknum Wali Nagari Koto Beringin yang sedang berstatus tahanan Polda Sumbar karena diduga terlibat aktifitas penambangan tanpa izin," ungkapnya, di Dharmasraya, Jumat (14/08). 

Ia mengatakan keputusan tersebut telah sesuai sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 01 tahun 2016 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Walinagari dan UU nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa. 

Dalam keputusan tersebut, lanjutnya, juga telah ditunjuk pelaksana tugas untuk menjamin tetap berlangsungnya pelayanan bagi masyarakat sambil menunggu keputusan lebih lanjut terkait permasalahan yang dihadapi oknum walinagari tersebut. 

Untuk Wali Nagari Ampang Kuranji, jelasnya, masih menunggu kesepakatan Badan Musyawarah Nagari (Bamus) setempat dengan yang bersangkutan dan jika dalam enam bulan ke depan pihak Bamus dan masyarakat belum ada kesepakatan, maka akan dilakukan penggantian antar waktu melalui pemilihan langsung oleh anggota Bamus itu sendiri. 

"Sementara untuk Wali Nagari Koto Beringin karena kasus yang tengah dijalaninya masih dalam tahap penyidikan atau belum dilimpahkan ke pihak pengadilan dan bila yang bersangkutan sudah menjadi terdakwa, maka akan diberlakukan langkah  pemberhentian sementara sampai adanya keputusan tetap dari pihak pengadilan," sebutnya. 

Untuk saat ini, jabatan dua wali nagari tersebut, dijabat oleh pelaksana tugas. Hal ini, lanjutnya, agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Terkait hak keuangan bagi keduanya, Hasto menjelaskan meskipun tengah menjalani proses hukum, bagi Wali Nagari Koto Beringin, Suherman, tetap mendapatkan hak-haknya sebagai wali nagari dan untuk Walinagari Ampang Kuranji, hak keuangannya telah dihentikan sementara sambil menunggu keputusan lebih lanjut. 

Terpisah, Wali Nagari Ampang Kuranji, Picok Adera, melalui juru bicara keluarganya, Pandong Spendra, mengatakan keputusan pemberhentian sementara oleh pihak pemerintah daerah atas dirinya dinilai tidak tepat dan telah melanggar sejumlah aturan terkait pemerintahan desa. 

"Kami sedang mempertimbangkan untuk melakukan langkah-langkah hukum serta upaya lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang pelanggaran terhadap tata usaha negara," ungkapnya. 

Namun, lanjut dia, saat ini pihaknya tetap lebih mengutamakan kondisi sosial masyarakat setempat dan jika momentumnya sudah dianggap tepat maka pihaknya akan melakukan upaya gugatan guna meluruskan keputusan tersebut. 

Ia menilai, segala tuduhan dan tudingan yang dialamatkan kepada individu Picok Adera, adalah keliru dan dalilnya tidak bisa dibuktikan. 

"Jika nanti terbukti keputusan pemberhentian sementara ini hanya didasarkan oleh adanya sikap penolakan sejumlah oknum tokoh dan warga yang mengaku tidak puas atas kinerja namun gagal membuktikan tudingannya, maka itu merupakan bukti kekalahan negara dalam mempertahankan legitimasi unsur pemerintahan yang lahir dari proses demokrasi melalui hasil pemilihan langsung," tegasnya.(*)


 

loading...
Reporter : Rully Firmansyah /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]