Warga Binaan Lapas Narkotika Sawahlunto Dibekali Beragam Skill untuk Bekal Kembali ke Tengah Masyarakat


Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:47:29 WIB
Warga Binaan Lapas Narkotika Sawahlunto Dibekali Beragam Skill untuk Bekal Kembali ke Tengah Masyarakat Pengembangan ternak kambing di Lapas Narkotika Sawahlunto. (Foto: Fadil)

HARIANHALUAN.COM - Tidak hanya menjauhkan warga binaannya dari narkotika, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Sawahlunto berupaya menanamkan skill untuk mempersiapkan para warga binaan ketika kembali ke masyarakat.

“Yang paling utama tentu membuat para warga binaan untuk jauh dari narkotika. Baik itu yang tergantung sebagai pemakai, pengedar, apalagi mereka yang menjadi bandar,” ungkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Sawahlunto, Nasir kepada Harianhaluan.com, Jumat (14/8).

Langkah untuk itu, lanjut bapak dua anak tersebut, dilakukan dengan penanaman karakter, pembinaan mental, berupa kegiatan keagamaan. Sementara itu, di sisi lain juga dilakukan pelatihan keterampilan.

Khusus untuk pelatihan, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Sawahlunto menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Tahap pertama, setidaknya 25 warga binaan telah menuntaskan pelatihan pembuatan mobiler.

Kegiatan yang digelar selama dua bulan itu, ditutup dengan pemberian sertifikat terhadap peserta pelatihan. Sedangkan untuk tindaklanjutnya, lembaga pemasyarakatan berupaya mencari peluang pasar dari produk hasil keterampilan yang dimiliki warga binaan.

Saat ini, 25 warga binaan lainnya juga tengah mengikuti pelatihan teknis las. Selanjutnya juga akan dilakukan pelatihan pembuatan batako dan paving block, dengan jumlah warga binaan yang sama.

Di samping itu, dalam pengembangan sektor usaha, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Sawahlunto melalui koperasi juga mengembangkan usaha peternakan kambing dan sapi. Setidaknya terdapat 17 ekor kambing dan 3 ekor sapi.

“Kambing ini awalnya hanya satu pasang, alhamdulillah dengan keyakinan dan kebersamaan, melalui koperasi dan kerja sama dari warga binaan, kini berkembang hingga 17 ekor. Sebelumnya, beberapa ekor juga telah dijual,” terang suami Sungguhsia itu.

Pria kelahiran Sulawesi yang kini telah tiga tahun memimpin Lapas korban narkotika itu meyakini, setiap warga binaan membutuhkan skill atau keterampilan untuk kembali ke tengah masyarakat.

Nasir mengatakan, tiga tahun lalu, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Sawahlunto hanya dihuni 40 warga binaan. Kini, jumlah warga binaan mencapai 266 orang, dimana 65 persennya dengan kasus sebagai pemakai, 10 persen pengedar, dan sisanya 25 persen merupakan bandar.

Dari segi jumlah, terang pria yang telah bertugas di tiga lembaga pemasyarakatan itu, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Sawahlunto dengan 57 orang petugas itu terbilang over kapasitas. Sebab kapasitas yang dimiliki hanya untuk 210 orang, namun kini dihuni 266 warga binaan.(*)

Reporter : Fadilla Jusman /  Editor : Nova Anggraini

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]