Dari Halaman Rumah Selebar 3 Meter, Dasrul Garap Proyek Hingga Ratusan Juta


Jumat, 14 Agustus 2020 - 10:54:08 WIB
Dari Halaman Rumah Selebar 3 Meter, Dasrul Garap Proyek Hingga Ratusan Juta Dasrul dengan usaha konstruksi di Gang V Tanah Lapang Sawahlunto. (Foto: Fadilla Jusman)

HARIANHALUAN.COM – Lahan bukan menjadi kendala bagi pria yang satu ini. Memanfaatkan sedikit sisa pekarangan di depan rumah, Dasrul malah bisa menggarap proyek konstruksi hingga ratusan juta rupiah.

Bayangkan saja, rumah dengan jalan gang yang tak sampai selebar tiga meter, dimanfaatkan mantan karyawan PT Bukit Asam Unit Penambangan Ombilin ini untuk berusaha sejak sebelas tahun lalu.

“Yang saya utamakan kualitas, mungkin itu yang membuat pelanggan semakin percaya dengan hasil kerja saya hingga saat ini,” ujar Dasrul (58) ketika ditemui Harian Haluan, di workshop minimalisnya, di Gang V Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Jumat (14/8).

Hasil kerja kontruksi baja dan besi Bapak lima anak itu memang tidak perlu diragukan lagi. Ketika masih berstatus karyawan perusahaan tambang batubara tertua di Indonesia PTBA – UPO, Dasrul memang membidangi konstruksi.

Pria kelahiran Banda Aceh 28 Agustus 1962 itu, sudah mulai menekuni bidang konstruksi baja dan besi sejak tahun 1979. Ketika itu, Dasrul masih lajang dan masih berstatus honor di perusahaan tambang.

Lima tahun berselang, tepatnya medio tahun 1984, Dasrul diangkat menjadi karyawan tetap pada PTBA – UPO. Waktu itu masih bernama Perusahaan Negara Tambang Batubara Ombilin alias PN – TBO.

Setidaknya 20 tahun Dasrul bergabung bersama PTBA – UPO, tepat 2004 silam, dirinya berpisah dengan PTBA – UPO seiring pensiun dini yang disepakatinya. “Saya sempat bertekad, jika nanti pensiun, akan membangun perusahaan sendiri, tidak bekerja dengan orang lain,” kenang Dasrul kepada Harianhaluan.com.

Anak keenam dari sembilan bersaudara dari keluarga TNI itu sempat bekerja di bengkel las milik orang lain. Terakhir sebelum membulatkan tekad mendirikan perusahaan kontsuksi, Dasrul bersama anak dan menantunya sempat mengadu peruntungan pada tambang batubara illegal.

“Waktu itu ekonomi mulai goyang, tidak ada pilihan lain, tuntutan hidup semakin tinggi, sedangkan sumber pendapatan semakin tidak menentu. Pilihanpun jatuh ke tambang rakyat atau tambang ilegal,” kata suami Eldasna itu.

Namun nasib membawanya ke arah lain. Awal 2009, salah seorang temannya meminta bantuan untuk dibuatkan kandang burung, yang akan digunakan di Taman Satwa Kandi Sawahlunto. Hasil kerja Dasrul pun digunakan di kawasan wisata tersebut.

Sejak itu, terang Dasrul, beberapa job mulai mengalir dari kontraktor. Untuk memperkuat usaha, Dasrul membeli dan melengkapi kebutuhan workshopnya. Di lahan terbuka yang ada di depan rumahnya, Dasrul menyelesaikan banyak pekerjaan mulai dari proyek ratusan ribu rupiah, hingga ratusan juta bisa digarapnya di lahan tersebut.

“Lahan tidak jadi masalah, yang penting hati kita lapang dan masyarakat sekitar tidak terganggu dan senang,” kata Dasrul yang kini mengembangkan usaha di bawah bendera perusahaan CV Rizki Teknik.

Meski hanya memanfaatkan lahan yang terbatas, Dasrul mengungkapkan pernah menggarap proyek kanopi pasar, kincir air, hingga jembatan gantung yang nilai proyeknya mendekati angka satu miliar rupiah.

Bagi Dasrul, keberadaan usaha konstruksi baja dan besi yang ditekuninya telah mengantarkan tiga anaknya menamatkan jenjang perguruaan tinggi. Satu lainnya, saat ini tengah menjadi perkuliahan.
“Alhamdulillah, untuk kebutuhan keluarga sudah terpenuhi dengan pesanan terali, kanopi, maupun kontruksi baja ringan dan semacamnya,” pungkasnya.(*)

loading...
Reporter : Fadilla Jusman /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]