Duh, Gegara Corona Hermes Tutup Toko karena Penjualan Anjlok Hingga 42%


Jumat, 14 Agustus 2020 - 16:02:27 WIB
Duh, Gegara Corona Hermes Tutup Toko karena Penjualan Anjlok Hingga 42% Ilustrasi tas hermes

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tidak hanya ritel biasa yang terimbas tutup akibat Covid-19. Perusahaan barang mewah Prancis, Hermes, juga terpaksa menutup toko di seluruh dunia dan menghentikan produksi. 

Tas Birkin yang ikonik tak bisa menyelamatkan perusahaan dari gempuran Covid-19. Hermes mengumumkan penjualan mereka turun 42% pada kuartal II 2020.

"Krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, yang dimulai pada awal tahun dan masih berlangsung, memungkinkan kami untuk menguji kekuatan model bisnis kami," kata Axel Dumas, Ketua Eksekutif Hermes, dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNAluxury, Jumat (13/8/2020).


Di Asia (tidak termasuk Jepang), penjualan anjlok 9%. Namun berangsur-angsur pulih ketika China membuka kembali toko-toko di daratan.

Namun, Hermes mencatat bahwa aktivitas di Hong Kong dan Makau tetap turun. Ini karena langkah-langkah pengendalian perbatasan.

Sedangkan di Jepang, penjualan turun 23%. Meski begitu Hermes mencatat bahwa adanya pemulihan sangat dinamis berkat loyalitas pelanggan lokal.

"Penjualan sangat kuat terutama pada platform online Hermes yang baru," tulis media itu mengutip Dumas.

Penjualan di AS adalah yang paling terpukul bahkan turun 42%. Sementara Eropa yang sangat terpengaruh oleh turis tanpa menghitung Prancis di dalamnya mencatat penurunan 36%.

"Sementara negara asal Hermes, Prancis, mencatat penurunan 38 persen," tulis CNA lagi.

Bertumpu pada online

Sebenarnya bila dilihat lagi, ada perubahan tren penjualan. Di mana penjualan online tumbuh dua digit di seluruh Asia.

Penjualan online di paruh pertama meningkat lebih dari 100% di China. Bahkan menurut laporan Jing Daily angka ini terus naik meski pembukaan toko dilakukan.

Hermes juga mengumumkan bahwa mereka telah meningkatkan tenaga kerja. Hampir 300 orang di bagian produksi yang membuat total karyawan menjadi 15.698 orang.

Meskipun terjadi ketidakpastian ekonomi, geopolitik dan moneter di seluruh dunia masih terjadi Hermes mengatakan masih optimistis. Terutama untuk pertumbuhan pendapatan dalam jangka menengah.

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 12 September 2020 - 12:02:47 WIB

    Duh, Belanja Online Kena Pajak 10% Bulan Depan

    Duh, Belanja Online Kena Pajak 10% Bulan Depan HARIANHALUAN.COM - Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan pelaporan pajak pertambahan nilai (PPN) dari setiap transaksi pembelian di PT Shopee International Indonesia dimulai bulan depan alias 1 Oktober.
  • Rabu, 09 September 2020 - 09:47:46 WIB

    Aduh, Nilai Rupiah Menukik Rabu Pagi

    Aduh, Nilai Rupiah Menukik Rabu Pagi HARIANHALUAN.COM-Pada transaksikan antarbank di Jakarta,  Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak melemah, pada Rabu pagi  (9/9/2020)..
  • Selasa, 01 September 2020 - 18:12:27 WIB

    Duh, Nasib Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Tergantung Vaksin Covid-19

    Duh, Nasib Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Tergantung Vaksin Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 sebesar 4,5-5,5%. Tapi hal itu bisa dicapai tergantung beberapa faktor, salah satunya keberhasilan vaksin virus Corona (COVID-.
  • Ahad, 30 Agustus 2020 - 06:17:03 WIB

    Duh, Perusahaan Ternama Ini Bakal PHK 18.000 Karyawan

    Duh, Perusahaan Ternama Ini Bakal PHK 18.000 Karyawan HARIANHALUAN.COM - Perusahaan kasino ternama asal Las Vegas, MGM Resorts International memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 18.000 karyawannnya di AS. Keputusan ini diambil karena belasan ribu ka.
  • Kamis, 27 Agustus 2020 - 20:44:50 WIB

    Waduh, Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun

    Waduh, Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun HARIANHALUAN.COM - Secara nominal, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang Pemerintah per akhir Juli 2020 ber.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]