Kasus Ujaran Kebencian Mulyadi, Sekda Agam Tak Penuhi Pemanggilan Pertama Polda Sumbar


Jumat, 14 Agustus 2020 - 17:14:47 WIB
Kasus Ujaran Kebencian Mulyadi, Sekda Agam Tak Penuhi Pemanggilan Pertama Polda Sumbar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto

HARIANHALUAN.COM -- Tersangka Martias Wanto, selaku Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Agam tak penuhi pemanggilan perdana oleh Kepolisian Daerah (Polda) untuk dilakukan pemeriksaan dalam kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI Mulyadi.

Menanggapi surat pemanggilan terhadap kliennya, Penasehat Hukum Matias Wanto, Ardyan, mengaku telah diterimanya. Namun yang bersangkutan (Martias Wanto) tidak bisa hadir dikarenakan waktu dan tanggal jadwal pemeriksaan bersamaan dengan jadwal kliennya itu ke Jakarta.

"Sebelum surat pemanggilan, bapak Sekda sudah dijadwalkan untuk pergi ke Jakarta untuk keperluan terkait kegiatan pengajuan dana penanganan darurat berkaitan dengan kejadian beberapa waktu lalu Kabupaten Agam dilanda banjir dan longsor," kata dia, Jumat (14/8/2020).

Ditambahkannya, Martias ditunjuk oleh Bupati Agam untuk menghadiri kegiatan tersebut dan kebetulan pada hari yang bersamaan, yang kliennya tersebut mendapat surat pemanggilan oleh Polda Sumbar.

"Pak Sekda memohon kepada pihak penyidik, agar waktu pemeriksaan bisa diundur karena ini menyangkut kepentingan pemerintah daerah," katanya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka. Namun tersangka tidak bisa hadir dengan alasan masih berada di Jakarta.

"Kita akan melakukan pemanggilan kedua terhadap tersangka. Tetapi waktu dan kapan nya dipanggil belum ditetapkan," sebut Satake.

Ditambahkannya, pihak Polda Sumbar akan melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali. Jika pemanggilan tidak diindahkan, akan dilakukan penjemputan secara paksa terhadap tersangka.

"Terhadap tersangka akan dilakukan pemanggilan kedua. Sampai pemanggilan ketika juga belum diindahkan, terpaksa dilakukan upaya paksa," tandasnya.

Spertidiketahui, Polda Sumbar telah menetapkan dua petinggi Pemkab Agam yakni Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Kabupaten Agam Martias Wanto, sesuai surat nomor 32/VIII/2020 Ditreskrimsus dan sesuai surat penetapan nomor 33/VIII/2020 Ditreskrimsus tertanggal 10 Agustus 2020. 

Kemudian sebelumnya, terlebih dahulu telah ditetapkan tiga tersangka lainnya yakni Edi Syofiar, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Pemerintahan Kabupaten Agam. Kemudian, Robi Putra pegawai honorer, sekaligus Ajudan dari Indra Catri. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]