Jokowi Proyeksikan Tingkat Pengangguran Melonjak jadi 7,7 - 9,1 Persen di 2021


Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:42:13 WIB
Jokowi Proyeksikan Tingkat Pengangguran Melonjak jadi 7,7 - 9,1 Persen di 2021 Presiden Joko Widodo

HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap kebijakan belanja negara pada tahun depan bisa mendorong tercapainya sasaran pembangunan pada tahun 2021. Target yang dipatok Jokowi antara lain tingkat pengangguran 7,7-9,1 persen dan tingkat kemiskinan di kisaran 9,2-9,7 persen.

Di samping itu, indeks pembangunan kualitas manusia (IPM) dipatok di rentang 72,78-72,95. "Dengan menekankan pada penurunan kelompok kemiskinan ekstrem, tingkat ketimpangan di kisaran 0,377-0,379," ujar Jokowi, Jumat, 14 Agustus 2020.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-undang tentang APBN Tahun Anggaran 2021 beserta nota keuangannya, di Kompleks Parlemen.

Bila dibandingkan dengan nota keuangan yang disampaikan pada Nota Keuangan APBN Tahun Anggaran 2020, angka yang dipatok Jokowi tersebut melonjak. Pada tahun 2020, tingkat pengangguran ditargetkan berada di kisaran 4,8-5 persen dan tingkat kemiskinan di rentang 8,5-9 persen.

Sementara tingkat ketimpangan pada tahun 2020, pemerintah sebelumnya mematok angka 0,375 hingga 0,38.

Dalam RAPBN 2021, Jokowi mematok defisit anggaran sekitar 5,5 persen dari Produk Domestik Bruto. Angka tersebut setara dengan Rp 971,2 triliun. "Defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit anggaran di tahun 2020 sekitar 6,34 persen dari PDB atau sebesar Rp 1.039,2 triliun," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan program pemulihan ekonomi akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang. Karena itu, kebijakan relaksasi defisit melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto masih diperlukan. "Dengan tetap menjaga kehati-hatian, kredibilitas, dan kesinambungan fiskal," kata dia.

Rancangan kebijakan APBN 2021, tutur Jokowi, diarahkan antara lain untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Kedua, anggaran juga diarahkan mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi.

"Ketiga, mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital; serta keempat, pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi," ujar Jokowi.

Karena akan banyak ketidakpastian, Jokowi mengatakan RAPBN harus mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik. "Juga efektivitas pemulihan ekonomi nasional, serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan."

Jokowi pun mengatakan pelaksanaan reformasi fundamental juga harus dilakukan melalui reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan. (*)

loading...
 Sumber : Tempo.Id /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]