Petinggi AS: Herd Immunity Bisa Berujung pada Kematian Massal


Sabtu, 15 Agustus 2020 - 15:22:56 WIB
Petinggi AS: Herd Immunity Bisa Berujung pada Kematian Massal Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kegagalan Amerika Serikat untuk meredam penyebaran virus corona akan mengakibatkan korban nyawa yang masif terutama pada kelompok masyarakat rentan, meski bisa berujung pada kekebalan kelompok (herd immunity).

Hal ini diungkapkan Direktur Institut Penyakit Menular dan Alergi AS, Anthony Fauci, pada suatu sesi diskusi yang ditayangkan di Instagram.

"Jika semua orang terkena virus, meski proporsi masyarakat yang tidak bergejala tinggi... tetap akan ada banyak korban jiwa," ujarnya, seperti dikutip dari CNN.

Hingga pekan ini, setidaknya 167 ribu orang tewas di Amerika Serikat karena virus yang dinamai Covid-19 ini.

"Anda melihat Amerika Serikat, dengan tingkat obesitas yang telah menjadi epidemik, dengan banyak sekali yang memiliki tekanan darah tinggi, dengan banyak sekali yang menderita diabetes.. angka kematiannya akan sangat besar dan tidak bisa diterima," kata Fauci.

Konsep kekebalan kelompok sendiri bisa tercapai ketika 70-90 persen anggota populasi memiliki imunitas terhadap suatu penyakit. Imunitas ini bisa dicapai lewat tertular penyakit dan kemudian sembuh, atau vaksinasi.

Ketika jumlah itu tercapai, maka penyakit akan sukar menular pada orang-orang yang belum memiliki kekebalan, karena jumlah carrier (orang yang membawa virus) sangat kecil.

Hingga saat ini belum diketahui apakah penderita Covid-19 telah memiliki imunitas jangka panjang, meski beberapa pihak telah menyerukan jika penyakit ini dibiarkan saja maka kekebalan kelompok akan lebih cepat terjadi.

Namun, skenario tersebut akan menjadi bencana bagi rumah sakit karena tenaga kesehatan akan kesulitan menangani ledakan pasien, dan semakin banyak orang akan meninggal.

Hingga saat ini, 5,2 juta orang telah terinfeksi virus corona di Amerika Serikat dan diproyeksikan angkanya bertambah 189 ribu kasus pada tiga minggu ke depan.

Perhitungan baru yang dikeluarkan Universitas John Hopkins juga memperkirakan pada awal September jumlah kematian akibat corona di AS bisa mencapai 200 ribu jiwa.(*)

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 01 Agustus 2020 - 08:17:58 WIB

    Trump Usul Tunda Pilpres, Petinggi Partai Republik Menolak

    Trump Usul Tunda Pilpres, Petinggi Partai Republik Menolak HARIANHALUAN.COM - Presiden Donald Trump mengusulkan untuk menunda pemilihan umum presiden AS 2020 karena khawatir akan terjadi peluang kecurangan. Namun, sejumlah petinggi Partai Republik Amerika Serikat menolak usulan terse.
  • Jumat, 03 Januari 2020 - 13:45:42 WIB

    AS Tembak Mati Petinggi Militer Iran, Perang Teluk Dimulai?

    AS Tembak Mati Petinggi Militer Iran, Perang Teluk Dimulai? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tensi geopolitik antara AS dan Iran semakin memanas pasca AS dikabarkan telah menembak mati petinggi pasukan militer Iran. Eskalasi tersebut menandai semakin terpecahnya hubungan AS dengan Iran..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]