Sejumlah Pejabat Antre Jadi Relawan Vaksin, Kalau Gagal Gimana?


Sabtu, 15 Agustus 2020 - 17:37:40 WIB
Sejumlah Pejabat Antre Jadi Relawan Vaksin, Kalau Gagal Gimana? Vaksin Covid-19. Dok: Ist

HARIANHALUAN.COM - Sejumlah pejabat diketahui mengajukan diri sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan pemerintah Indonesia melalui BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero) dan perusahaan China, Sinovac.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Doni Monardo mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers Kamis (13/08/2020).

Dengan adanya Letjen TNI Doni ini, menambah pejabat yang mendaftar menjadi relawan vaksin Covid-19. Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil termasuk salah satu relawan yang mendaftar untuk uji coba vaksin ini.

Ada pula Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga dan Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufariadi yang menyatakan menjadi relawan untuk uji klinis fase 3 vaksin Covid-19.

"Ketua Satgas Doni Monardo mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis vaksin covid-19. Ini sebagai bentuk pemerintah mendukung dan berupaya keras dan memberikan perlindungan maksimal melalui vaksinasi," kata Wiku, Kamis (13/08/2020).

Sebelumnya Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil mencatat sudah ada 120 relawan dari 1.620 relawan yang dilakukan penyuntikan terkait uji coba tahap 3 vaksin Covid-19 yang dilakukan di Bandung.

"Kemarin sudah pemeriksaan 6 site, kemarin sudah 120, semua normal dan baik. sudah seperti harapan setiap site running 20 orang. Jadi memang sudah sesuai harapan," katanya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Dia membenarkan bahwa salah satu relawan adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun dia tidak menyebut secara pasti, kapan jadwal RK, sapaan akrabnya akan dilakukan vaksinasi.

Prof Wiko juga menegaskan tak hanya Doni, melainkan juga perwakilan BNPB. "Benar, Pak Doni akan ikut menjadi relawan uji klinis vaksin," ujar Wiku. Informasi lainnya, ada dua warga BNPB lainnya dengan suka rela juga sudah mendaftar.

Vaksin ini ditargetkan terformulasikan awal tahun 2021. Proses selanjutnya adalah uji klinis. Jika berhasil, segera diproduksi secara massal untuk mengatasi pandemi secara permanen.

Pertanyaannya, "bagaimana kalau gagal?"

Pihak BNPB, dalam keterangan resmi di situs menegaskan, bahwa mengingat begitu besar risiko yang harus ditanggung bagi relawan yang bersedia menjadi "kelinci percobaan" vaksin, maka persoalan ini pun sempat menjadi perdebatan. Perdebatan tajam khususnya etis dan tidak etis.

Memang, tulis BNPB, pernah ada pada suatu masa, penguji-cobaan vaksin malaria dan kolera kepada manusia. Bedanya, saat itu sudah ditemukan obat untuk malaria dan kolera. Sedangkan yang corona, belum.

"Itu artinya, uji coba vaksin Covid-19 dilakukan di saat belum ada obat untuk virus itu. Itu artinya, Doni Monardo dan relawan lain akan menjadi "kelinci percobaan"," tulis keterangan resmi BNPB.

Sebagai informasi, The Jenner Insititute juga telah melakukan uji coba vaksin Covid-19 pada monyet, rhesus kera di Rocky Mountain Laboratory National Institutes of Health AS di Montana, Juli 2020. Hasil yang diperoleh, monyet tanpa vaksin virus corona jatuh sakit.

"Singkatnya, saat ini kita dihadapkan pada kondisi yang telah mengubah kehidupan manusia di seluruh dunia. Untuk itu, diperlukan sebuah tindakan yang luar biasa. Kondisi itu pula yang di luar negeri telah dijadikan dasar untuk menghapus persoalan etis dan tidak etis terhadap manusia sebagai "kelinci" percobaan vaksin Covid-19," jelas BNBP.

Hal itu disepakati pula oleh Prof Wiku. Hal lain, keikutsertaan Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo menjadi relawan uji coba vaksin corona, adalah salah satu bukti pemerintah total menangani Covid-19. Khususnya dalam bentuk vaksinasi.

"Ini adalah bentuk komitmen bahwa pemerintah berupaya keras mendukung dan memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh rakyat Indonesia melalui vaksinasi," sebut Wiku.

Dia mengatakan, Doni Monardo bukan saja menunjukkan komitmen penuhnya terhadap penuntasan persoalan pandemi Covid-19. Jiwa patriotnya menyala melampaui batas etis di dunia pengujian vaksin.

Langkah Doni Monardo spontan diikuti dua orang terdekatnya: Egy Massadiah dan Kolonel Budi Irawan. Egy sehari-hari dikenal sebagai Staf Khusus Ka BNPB sekaligus Anggota Satgas Covid-19. Sementara Kolonel Budi lulusan Akmil 91 sehari-hari adalah Koorpsri Ka BNPB.

"Kami sudah mendaftar secara online pada hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2020," ujar Egy Massadiah yang juga wartawan senior.

"Tak pelak. Mereka adalah orang-orang yang akan terukir dalam sejarah. Mereka sudah menyerahkan apa yang sepatutnya memang harus dipersembahkan buat bangsanya," tulis BNPB.

Uji klinis yang dilakukan akan melibatkan 1.620 relawan yang telah mendaftarkan diri sebelumnya. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan relawan yang terlibat ini telah melewati proses screening kesehatan sebelumnya sesuai dengan ketentuan yang dibutuhkan.

"Rencana penyuntikan perdana vaksin untuk UK3 [uji klinis 3]. Relawan yang terlibat dalam UK3 sebanyak 1.620 orang," kata Honesti, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (10/8/2020).

Dia menjelaskan, relawan ini sebelumnya telah menjalani proses cek kesehatan hingga dinyatakan tak terjangkit Covid-19 baik melalui rapid dan swab test.

Para relawan ini juga melalui proses wawancara dengan tim yang akan melakukan uji klinis untuk memberikan info terkait hal-hal dan protokol yang harus dipatuhi oleh relawan selama melalui masa uji klinis ini.(*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]