Cegah Munculnya Keluarga Miskin Baru, Menko PMK Muhadjir Sekarang Ngomong Soal Kartu


Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:04:20 WIB
Cegah Munculnya Keluarga Miskin Baru, Menko PMK Muhadjir Sekarang Ngomong Soal Kartu Menko PMK, Muhadjir Effendy

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkapkan beberapa solusi pemerintah guna mencegah lahirnya rumah tangga miskin baru, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Pra Kerja.

Sebelumnya, Muhadjir pernah mengatakan keluarga miskin baru muncul dari pernikahan antara pasangan yang miskin.  Pernyataannya itu lantas menimbulkan kontroversi, karena sesama keluarga miskin dilarang besanan supaya tidak lahir keluarga miskin baru. 

Hal ini diungkapkan Muhadjir dalam seminar virtual bertajuk 'Pembukaan Simposium Internasional PPI Dunia XII' yang disiarkan di YouTube PPI TV, Sabtu (15/8/2020). Dia mengatakan proses perkawinan dari pasangan miskin dapat melahirkan rumah tangga miskin baru, apabila dilakukan tanpa adanya intervensi pemerintah.

"Mungkin sempat mendengar ada kontroversi pernyataan saya, bahwa sebetulnya yang harus kita perhatikan adalah munculnya kemiskinan itu adalah justru dari kalangan muda yang bersumber dari proses perkawinan dari rumah tangga miskin, yang itu bisa melahirkan rumah tangga miskin baru," kata Muhadjir dalam paparannya.

"Tentu sama pasangan muda apabila tak ada intervensi yang sungguh-sungguh dari pemerintah. Jadi sekali lagi catatannya itu, tidak ada intervensi," imbuhnya.

Eks Mendikbud ini mengatakan intervensi pertama yang dilakukan pemerintah adalah memberikan bantuan di bidang pendidikan. Bantuan tersebut berupa KIP dan KIP Kuliah.

Menurutnya, bantuan itu adalah salah satu keseriusan pemerintah guna memotong rantai kemiskinan. Khususnya, rantai kemiskinan yang dimulai dari keluarga rumah tangga miskin.

"Kemudian intervensinya apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk anak muda ini, terutama di kalangan miskin? Yaitu, pertama memberikan melalui jalur pendidikan. Jalur itu, antara lain dibukanya misalnya program KIP," ujar Muhadjir.

"Tapi itu untuk menunjukkan kesungguhan pemerintah untuk memotong mata rantai kemiskinan yang dimulai dari keluarga rumah tangga miskin itu," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muhadjir juga mengatakan ada empat tantangan utama dalam membangun pemuda Indonesia. Pertama, adalah terkait penggunaan narkoba di kalangan muda yang sudah masuk ke lingkup perdesaan.

"Masalah strategis yang dihadapi, pertama penggunaan obat terlarang di kalangan pemuda. Perlu saya beri background sedikit tentang ini. Jadi, penggunaan obat-obat terlarang ini sudah tidak lagi di kalangan anak muda, sudah tidak dimonopoli oleh anak di perkotaan," kata Muhadjir.

"Jadi, anak muda perdesaan sudah mulai menggunakan ini, seiring banyak jalan tikus di perbatasan dan penyelundupan obat-obat terlarang ini," sambungnya.

Selanjutnya, adalah tantangan terkait banyaknya pengangguran muda. Menurutnya, banyak anak Indonesia yang belum memiliki mental siap kerja usai lulus dari sekolah.

"Yang perlu diketahui bahwa salah satu penyebab pengangguran ini bukan karena tidak ada keterampilannya atau tidak tersedianya lapangan kerja, tapi soal mental. Jadi, banyak sekali anak muda terutama lulusan SMA, SMK, tidak siap masuk ke dunia kerja," ucap Muhadjir.

Selanjutnya, Muhadjir juga menyoroti soal perilaku moral anak muda. Dia mengatakan banyak anak muda yang terinfeksi HIV di rantang usia 15-19 tahun.

"Kemudian berkaitan perilaku moral, dan ini juga jadi tantangan kita. Di Indonesia ini ada 63,8% jumlah anak Indonesia yang terinfeksi HIV, yang rata-rata usianya 15-19 tahun," ujar Muhadjir.

Terakhir, Muhadjir menyinggung rendahnya keterlibatan pemuda dalam masyarakat. Menurutnya, peran pemuda di masyarakat perlu ditingkatkan.

"Kemudian keterlibatan pemuda dalam berbagai macam hal masih sangat rendah, hanya 6,7%, dan ini jadi tanggung jawab kita bagaimana supaya kegiatan pemuda lebih ditingkatkan," ungkap Muhadjir.
 

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 22 September 2020 - 19:10:37 WIB

    Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020, Ini Maklumat dari Kapolri

    Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020, Ini Maklumat dari Kapolri HARIANHALUAN.COM - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) se.
  • Ahad, 06 September 2020 - 08:43:11 WIB

    Cegah Kerumunan, SKB CPNS Kemenkes Digelar dengan Sistem CAT BKN

    Cegah Kerumunan, SKB CPNS Kemenkes Digelar dengan Sistem CAT BKN HARIANHALUAN.COM - Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kesehatan tahun 2019 telah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Secara keseluruhan tes akan berlangsung mulai 1 sampai 13 September 2020..
  • Ahad, 30 Agustus 2020 - 22:24:42 WIB

    Cegah Penyebaran COVID-19, Kota Depok Berlakukan Jam Malam

    Cegah Penyebaran COVID-19, Kota Depok Berlakukan Jam Malam HARIANHALUAN.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Jawa Barat mencatat, berdasarkan data distribusi kasus konfirmasi positif, pada periode Minggu ke-24 dan ke-25 terdapat lebih dari 70 persen be.
  • Ahad, 30 Agustus 2020 - 19:24:50 WIB

    Patuhi Protokol Kesehatan, Cegah Risiko Penularan Covid-19 ke Keluarga

    Patuhi Protokol Kesehatan, Cegah Risiko Penularan Covid-19 ke Keluarga HARIANHALUAN.COM - Kedisiplinan masyarakat menjalani Protokol Kesehatan pencegahan covid-19 wajib diterapkan. Tujuannya untuk menghindari dan mencegah anggota keluarga membawa virus corona ke dalam rumah. Hal ini disampaikan .
  • Ahad, 23 Agustus 2020 - 18:21:58 WIB

    Menteri KKP: Gemar Makan Ikan Bisa Cegah Stunting

    Menteri KKP: Gemar Makan Ikan Bisa Cegah Stunting HARIANHALUAN.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melakukan sosialisasi gerakan memasyarakatkan gemar makan ikan di Universitas Binawan. Gerakan ini dalam rangka pemenuhan gizi seimbang untuk pencegahan stunting.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]