FIS UNP Asah Kreativitas Guru dengan Membumikan Sosiologi


Sabtu, 15 Agustus 2020 - 22:12:09 WIB
FIS UNP Asah Kreativitas Guru dengan Membumikan Sosiologi Reno Fernandes

HARIANHALUAN.COM - Jurusan Sosiologi FIS UNP kembali melanjutkan rangkaian webinar series Sabtu (15/8). Webinar series kali ini mengusung tema membumikan sosiologi dalam pembelajaran di sekolah. 

"Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh akademisi dan mahasiswa, menyatakan bahwa pembelajaran sosiologi di sekolah sangat konseptual sehingga peserta didik beranggapan pembelajaran sosiologi sangat membosankan dan sulit dipahami," jelas Reno Fernandes selaku moderator dalam webinar ini.

Baca Juga : Nadiem Siapkan Rp 2,6 Triliun untuk Kuota Internet Tahun Ini

Delmira Syafrini selaku narasumber pada webinar ini juga mengungkapkan, bahwa pembelajaran sosiologi di sekolah bagi peserta didik seperti dua sisi mata uang. Sisi pertama menyatakan bahwa pembelajaran sosiologi sangat menarik bagi peserta didik dikarenakan materi-materi yang disampaikan sangat dekat dengan realitas kehidupan. Selanjutnya pada sisi yang lain, peserta didik beranggapan bahwa pembelajaran sosiologi dipenuhi dengan konsep-konsep yang sulit dipahami, membosankan dan terlalu banyak hafalan.

Berdasarkan hal demikian, Delmira mengatakan sangat diharapkan peran dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. 

Baca Juga : Kasihan! Pelajar di Dusun Batu Bosa Hanya Gunakan Penerangan Lampu Togok

"Mulailah dari kasus dan contoh yang sangat dekat dengan siswa seperti memahami kondisi, hobi, kebiasaan, style dan selera. Kemudian guru harus update dengan berita-berita, isu bahkan gosip terkini sehingga siswa dapat memahami konsep-konsep dengan mudah," terangnya. 

Selanjutnya narasumber lainnya Erianjoni menyampaikan bahwa membumikan pembelajaran sosiologi di sekolah dengan cara melakukan pribumisasi konsep ilmiah sosiologi dengan konsep lokal. 

Baca Juga : Kemendikbud Keluarkan Pedoman untuk Perkuliahan Semester Genap

"Seperti contoh konsep lembaga sosial menjadi limbago, tawuran menjadi cakak banyak, mobilitas vertikal naik menjadi naiak daun dan mobilitas vertikal  turun menjadi jatuah tapai.

Tujuannya untuk mempermudah peserta didik dalam memahami konsep-konsep ilmiah sosiologi sehingga tidak dianggap lagi pembelajaran yang membosankan dan penuh dengan hafalan," tutup Erianjoni. (*)

Baca Juga : Menuju Transformasi Akreditasi Nasional, UIN Sunan Kalijaga Rangkul IAIN Batusangkar

Reporter : Sani | Editor : Heldi Satria
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]