Ngeri! Sudah 21 Juta Orang di Dunia Terinfeksi COVID-19, Indonesia Peringkat ke 23


Ahad, 16 Agustus 2020 - 08:35:17 WIB
Ngeri! Sudah 21 Juta Orang di Dunia Terinfeksi COVID-19, Indonesia Peringkat ke 23 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kasus positif virus corona atau COVID-19 di dunia pada Minggu (16/8/2020) pukul 06.30 pagi WIB tercatat 21.582.377 orang.

Dikutip dari World O Meters, kasus kematian akibat COVID-19 di seluruh dunia mencapai 767.813 orang. Kemudian jumlah pasien yang sembuh sebanyak 14.131.899 orang.

1. Amerika pegang rekor tertinggi kasus COVID-19

Kasus tertinggi masih tercatat di Amerika Serikat dengan total kasus 5.526.417. Sementara jumlah kematian di Amerika tercatat 172.542 orang. Di bawah AS, ada Brasil yang mencatat total kasus sebesar 3.317.832 orang dengan kematian mencapai 107.297 orang.

Di peringkat ketiga ada India yang mencatatkan kasus positif COVID-19 sebesar 2.589.208, kematian 50.084 orang.

2. India dengan kasus positif terbanyak hari ini

Secara akumulatif, India mencatat penambahan kasus tertinggi. Penambahan kasus di Negeri Bollywood ini mencapai 63.986 pada Minggu (16/8/2020). Setelah India, ada AS dengan penambahan mencapai 50.152.

Di bawah kedua negara tersebut ada Brasil yang penambahan kasusnya mencapai 38.937. Ketiga negara tersebut merupakan tiga besar kasus positif COVID-19 tertinggi dunia.

3. Indonesia peringkat 23 kasus COVID-19 di Dunia

Indonesia masih menempati posisi ke-23 dalam daftar negara dengan kasus virus corona terbanyak. Di Indonesia terdapat 137.468 kasus positif COVID-19 dan kematian sebanyak 6.071. Sementara itu, total pasien yang sembuh sebanyak total kasus sembuh COVID-19 sudah mencapai 91.321.

Satgas Penanganan COVID-19 mencatat, dari 14 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB hingga 15 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang dites COVID-19 berjumlah 27.296 spesimen. Sehingga total spesimen yang sudah selesai diperiksa mencapai 1.862.801


4. Kenali gejala dan tanda terinfeksi COVID-19

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3), sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.7. (*)

 Sumber : IDN TIMES /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]