IDI Kembali Kehilangan Anggota Karena Covid-19, Total per Hari Ini Sudah 78 Dokter Meninggal


Ahad, 16 Agustus 2020 - 09:20:19 WIB
IDI Kembali Kehilangan Anggota Karena Covid-19, Total per Hari Ini Sudah 78 Dokter Meninggal Petugas medis Kecamatan Gambir melakukan tes swab terhadap pedagang Pasar Thomas, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

HARIANHALUAN.COM - Kabar duka kembali menyelimuti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akibat salah seorang anggotanya meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

Humas IDI Halik Malik menuturkan, Dokter Adnan Ibrahim yang merupakan dokter di RS Pelamonia, Makassar meninggal pada Jumat sore pukul 17.50 Wita, 14 Agustus 2020.

Baca Juga : Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan

"Meninggal Jumat sore, 14 Agustus pukul 17.50 Wita di RS Wahidin. Masuk RS sejak 3 Agustus 2020 dan dirawat intensif namun tidak tertolong," kata Halik kepada Liputan6.com, Sabtu malam 16 Agustus 2020.

IDI berduka atas kabar tersebut. Menurut Halik, Dokter Adnan meninggal di usia yang cukup muda.

Baca Juga : Polisi Dapat Hibah Tesla dari IMI, Bamsoet: Cocok, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan

"Dokter Adnan meninggal karena Covid-19 di usia yang tergolong muda dan masih sangat produktif, beliau adalah dokter yang potensial, aktif di berbagai bidang dan berdedikasi tinggi," tuturnya.

Atas meninggalnya dokter Adnan, Halik menyebut total dokter IDI yang meninggal dikarenakan Covid-19 berjumlah 78. "78 dokter," kata Halik.

Baca Juga : KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Wakil Ketua DPD RI: Pemerintah Jangan Gegabah

Adnan Ibrahim juga dikenal sebagai pendiri dari Sekolah Islam Terpadu Al Fatih. Ia diketahui juga sebagai dokter di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar.

"Sejawat kami Dr. dr. Adnan Ibrahim SpPD, ketua angkatan FK UGM 91, Ketua Senat FK UGM 96, Sekjen ISMKI 95-97, ketua Kagama Makassar, pendiri SIT Al Fatih, Dokter RS Pelamonia dan dokter di Balai Besar Kesehatan Paru Makassar," jelas Halik.

Baca Juga : Kata Luhut Soal Anggapan di Tiap Urusan Negara: 'Luhut Lagi, Luhut Lagi'

Halik tak berkomentar mengenai dari mana dokter Adnan terinfeksi Covid-19. Apakah dari pasiennya, berhubung yang bersangkutan merupakan dokter spesial penyakit dalam atau terinfeksi dari luar. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : Liputan6.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]