Gowes Siti Nurbaya 2020 Tuai Pro dan Kontra, Dispora Padang: Masyarakat harus Bijak


Ahad, 16 Agustus 2020 - 17:24:15 WIB
Gowes Siti Nurbaya 2020 Tuai Pro dan Kontra, Dispora Padang: Masyarakat harus Bijak Kadispora Padang, Mursalim.

HARIANHALUAN.COM - Pelaksanaan kegiatan Gowes Siti Nurbaya Adventure 2020 yang dilaksanakan pada Minggu (16/8/2020) menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Pasalnya, kegiatan tersebut mengundang lebih dari 5000 peserta. Hal ini jelas bertentangan dengan larangan pemerintah untuk mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, apalagi di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda Sumbar.

Permasalahan semakin pelik dengan direvisinya surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang, yang mana sebelumnya dilarang untuk melaksanakan kegiatan lomba dalam arti kata untuk mendatangkan orang banyak atau kerumununan, orgen tunggal dan kegiatan sejenisnya, dalam edaran tersebut Pemko Padang memerintahkan untuk cukup memperbanyak spanduk, marawa, umbul-umbul, stiker dan hiasan lainnya yang relevan.

Baca Juga : Mahyeldi Naik Jadi Gubernur Sumbar, Siapa Pengganti Wali Kota Padang?

Nyatanya, surat edaran tersebut direvisi dan diganti dengan kalimat, boleh melaksanakan kegiatan yang konsepnya mencintai lingkungan. Melalui hal ini, Pemko Padang dinilai tidak tegas dalam menegakkan aturan dan terkesan pin plan, apalagi ditambah dengan pelaksanaan gowes hari ini. Atas kejadian tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang, Mursalim angkat suara. 

Dia menilai beberapa masyarakat dan golongan tertentu tidak mengetahui tentang pelaksanaan kegiatan ini, namun tetap berkoar-koar dimana-mana. Walaupun di masa pandemi, bukan berarti tidak boleh melaksanakan kegiatan, boleh melaksanakan kegiatan asalkan menerapkan protap yang ketat. "Di masa pandemi, kita boleh beraktivitas seperti ke masjid, pasar, berolahraga, asal tetap memenuhi protokol kesehatan Covid-19," katanya, Minggu (16/8/2020).

Baca Juga : Jadwal Shalat untuk Kota Padang dan Sekitarnya Jumat 26 Februari 2021

Mursalim dengan tegas menyatakan bahwa surat edaran yang dikeluarkan Pemko Padang 30 Juli lalu telah direvisi dengan surat edaran terbaru tertanggal 14 Agustus 2020 dan masyarakat dapat mengacu kepada surat edaran terbaru. Apalagi, dalam suasana HUT Kemerdekaan RI saat ini. Setiap kegiatan, kata dia, boleh dilaksanakan asal memenuhi persyaratan protokol Covid-19 seperti cuci tangan, pakai masker, cek suhu tubuh dan menjaga jarak.

"Mengenai kegiatan gowes tadi, kita sudah menyediakan tempat cuci tangan yang berjejer dengan jarak 20 meter, sebelum masuk peserta diukur suhu tubuh, diwajibkan memakai masker, yang tidak pakai masker tidak dibolehkan masuk, jadi permasalahannya dimana? Kegiatan ini sama halnya dengan ke masjid dan pasar, ini kan suatu sarana untuk berolahraga," tambahnya.

Baca Juga : Sosok Pengusaha Batu Bara Perempuan Asal Sumbar, Mulai Bisnis dari Umur 18 Tahun

Lanjut Mursalim, dalam upaya mendukung kegiatan gowes tersebut, Pemko Padang telah menyediakan empat mobil Dinas Kesehatan lengkap dengan perawatnya serta aparat keamanan berjaga di  sepanjang kegiatan untuk menjaga jarak antar peserta. Ia mengingatkan agar masyarakat jangan terlalu takut dengan klaster dan sejenisnya.  Jikalau selalu dibayang-bayangi oleh rasa takut, sampai kapan selalu berdiam diri dirumah. 

Jika uang negara tidak digunakan untuk kepentingan masyarakat, takutnya akan terjadi resesi di kemudian hari. "Makanya untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kota Padang, kita membuat kegiatan, dengan syarat di masa pandemi ini, kita patuh dengan protokol kesehatan virus corona, dituntut kesadaran dan kewaspadaan kita saja," kata Mursalim.

Baca Juga : Wujudkan GCG, Perumda AM Kota Padang Kunjungi BPKP Sumbar

Mursalim membeberkan bahwa masyarakat harus memahami olaraga mana yang dilarang dan dianjurkan. Seperti dicontohkan antara bersepeda dengan panjang pinang. Olahraga sepeda otomatis akan jauh lebih patuh untuk menjaga jarak, karena antar satu sepeda dengan yang lainnya akan berjarak minimal 1,5 meter, tidak mungkin sepeda berdempetan nanti akan terjatuh dan bertabrakan. 

Namun jika dilihat dari panjat pinang, tidak akan sampai ke titik teratas jika satu dan yang lainnya tidak saling bekerjasama, saling bersentuhan dan tolong menolong sambil berpegangan dan berpelukan. "Memang sesuatu aturan dan kegiatan ada baik dan buruknya, namun tempatkanlah sesuatu sesuai dengan porsinya. Menurut Perwako 49, di masa new normal kita boleh berolahraga namun protap tetap diutamakan," pesannya. (*)

Reporter : Metria Indeswara | Editor : Agoes Embun
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]