Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Perumusannya


Ahad, 16 Agustus 2020 - 22:42:59 WIB
Sejarah Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Perumusannya Pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno-Hatta.

HARIANHALUAN.COM - Besok, Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan yang ke-75 tahun. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Moh Hatta membacakan teks Proklamasi. Momentum tersebut tak lepas dari sejarah dan perjalanan panjang yang harus dilalui rakyat Indonesia.

Hingga akhirnya Indonesia menyatakan diri sebagai negara merdeka melalui Proklamasi, ada begitu banyak peristiwa menjelang Proklamasi yang menjadi 'warna' dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Baca Juga : KPK Mulai Periksa Saksi Kasus Cukai di Bintan Meski Tersangka Belum Diumumkan

Mulai dari peristiwa penculikan Soekarno-Hatta yang dikenal sebagai peristiwa Rengasdengklok, perumusan naskah Proklamasi, detik-detik Proklamasi, hingga momentum pengibaran Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya. 

A. Peristiwa Rengasdengklok

Baca Juga : Tegas ke Pelanggar Prokes, Satpam BRI di Makassar Dapat Hadiah dari Polri

Sebelum dibacakannya teks Proklamasi oleh Soekarno-Hatta, tokoh penting tersebut sempat diculik oleh pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB dinihari, sehari jelang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Aksi penculikan tersebut bertujuan untuk mendesak Bung Karno dan Hatta agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan menjaga agar golongan tua.

Kelompok pemuda itu antara lain Soekarni, Wikana, Aidit, dan Chaerul Saleh dari perkumpulan 'Menteng 31'. Terjadi drama pada penculikan tersebut, yaitu Soekarno merasa kecewa dan marah karena menganggap para pemuda tidak mau mendengarkan pertimbangannya yang sehat. Namun, pada akhirnya Soekarno mengikuti kehendak kaum muda untuk dibawa ke Rengasdengklok. 

Baca Juga : Layanan Taksi Terbang Sudah Bisa Dinikmati di Bandara Soetta

Laksamana Tadashi Maeda bersedia untuk menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya. Pada kesepakatan itu, Jusuf Kunto dari pihak pemuda, hari itu juga mengantar Mr Achmad Soebardjo bersama sekretaris pribadinya, Sudiro ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta.

Di ruang makan rumah Laksamana Maeda jelang tengah malam, rumusan teks Proklamasi yang akan dibacakan esok harinya disusun. Soekarno menuliskan konsep proklamasi pada secarik kertas. Sementara Hatta dan Achmad Soebardjo menyumbangkan pikirannya secara lisan.
Naskah Proklamasi yang sudah selesai dirumuskan itu kemudian diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang 'dipinjam', lebih tepatnya 'diambil' dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

Baca Juga : Menteri Siti Nurbaya: Hasil Hutan Bukan Kayu Potensi Besar Tingkatkan Ekonomi Lokal

B. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945

Sekitar pukul 04.00 WIB dinihari menjelang Subuh, perumusan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia selesai disusun. Soekarno, Hatta, dan Soebardjo menuju serambi muka untuk menemui hadirin yang berkumpul menantikan hasil rumusan Proklamasi. Didampingi Hatta, Soekarno berdiri di hadapan para hadirin membuka pertemuan dinihari itu pada tanggal 17 Agustus 1945. 

Usai dibacakan, naskah Proklamasi itu disarankan Soekarno agar sama-sama ditandatangani oleh para hadirin selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Hanya saja, usulan Soekarno ditentang oleh pihak pemuda Sukarni dari golongan muda lalu mengusulkan agar naskah Proklamasi yang sudah diketik oleh Sayuti Melik cukup ditandatangani Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Menjelang pembacaan teks Prokalamasi, Bung Hatta sempat berpesan untuk para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita agar memperbanyak naskah Proklamasi, lalu menyebarkannya ke seluruh dunia. Suasana di kediaman Soekarno Jalan Pegangsaan Timur 56 cukup sibuk jelang detik-detik Proklamasi. Semua bentuk persiapan hingga pengeras suara dimantapkan. Tri Murti, Latif Hendraningrat, dan S. Suhut diamanahkan sebagai petugas pengibar bendera Sang Saka Merah Putih hasil jahitan Ibu Fatmawati Soekarno.

C. Momentum Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus  1945 

Momentum yang dinanti-nanti dengan harap-harap cemas itu akhirnya terjadi juga pada jam 10.00 WIB pagi waktu Jakarta tanggal 17 Agustus 1945 (17 Ramadhan 1365 H). Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pagi itu bertempat di rumah Soekarno, Jl Pegangsaan Timur No 56, Jakarta Pusat. Di hadapan para anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan pemuda Jakarta yang sempat diberitahu, Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Pembacaan naskah proklamasi pun berlanjut dengan momentum pengibaran Sang Saka Merah Putih hasil jahitan Ibu Negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati yang menandakan Indonesia telah merdeka. Usai pembacaan teks proklamasi, berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia pun menyebar ke Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sunda Kecil, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Tersebarnya berita proklamasi dengan berbagai cara hingga secara bertahap menjangkau seluruh wilayah Indonesia, serta respon daerah saat menerima berita proklamasi adalah perkara yang penting untuk merekam terbentuknya Negara Kesatuaan Republik Indonesia (NKRI) dan dukungan rakyat terhadap NKRI.(*)

 

Reporter : Merinda Faradianti | Editor : Nova Anggraini | Sumber : berbagai sumber
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]