Di Sumbar, 66 Nagari Masih Berstatus Tertinggal


Senin, 17 Agustus 2020 - 06:56:23 WIB
Di Sumbar, 66 Nagari Masih Berstatus Tertinggal Foto: Istimewa

HARIANHALUAN.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sumbar, Syafrizal mengatakan, awalnya Sumbar memiliki 51 desa atau nagari sangat tertinggal. Sebanyal 328 nagari berstatus tertinggal, 374 nagari berkembang, 120 nagari dengan status maju, dan 7 nagari dengan status mandiri.

Selama 2015-2020, menurutnya, pemerintah mengucurkan dana desa lebih dari Rp4,3 triliun. Karena kebijakan itu, terjadi perubahan status nagari sejak tahun 2016 hingga 2020.

"Sebanyak 51 nagari dengan kategori sangat tertinggal pada 2016, turun menjadi 4 nagari pada 2020. Kemudian, sebanyak 328 nagari dengan status tertinggal pada 2016 turun menjadi 66 nagari pada 2020," kata Syafrizal, baru-baru ini.

Sebaliknya, 374 nagari dengan status berkembang pada 2016 naik menjadi 466 nagari pada 2020. Kemudian, nagari dengan status maju naik dari 120 pada 2016 menjadi 347 nagari pada 2020. Selanjutnya, nagari dengan status mandiri juga naik dari 7 menjadi 45 nagari.

Syafrizal menambahkan, jumlah desa atau nagari dengan kategori sangat tertinggal dan tertinggal di Sumbar turun drastis dalam empat tahun terakhir. Pada 2020 ini, tinggal 4 nagari dengan kategori sangat tertinggal dan 66 nagari dengan kategori tertinggal. Jumlah ini turun drastis dari posisi tahun 2016.

Syafrizal menyampaikan berdasarkan Undang-Undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, hal itu telah menjadi salah satu jawaban permasalahan yang ada di desa.

"Dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan Desa dan kawasan pedesaan yang berkelanjutan sesuai dengan permendes PDT nomor 2 tahun 2016, pemerintah telah menetapkan target status kemajuan dan kemandirian Desa berdasarkan indeks Desa Membangun (IDM),” katanya. (*/Hms-Sumbar)

Reporter : Milna Miana | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]