WHO: Vaksin Rusia Tidak Termasuk dari 9 Kandidat Vaksin yang Diuji Coba


Senin, 17 Agustus 2020 - 09:15:12 WIB
WHO: Vaksin Rusia Tidak Termasuk dari 9 Kandidat Vaksin yang Diuji Coba REUTERS

HARIANHALUAN.COM - Fakta menarik kembali mencuat terkait vaksin Rusia, karema hingga kini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mendapatkan informasi yang cukup tentang vaksin tersebut. Dengan begitu, WHO terus mencoba melakukan komunikasi dengan Rusia untuk memperoleh informasi tambahan.

Seperti dikutip dari Kontan.co.id, Senin (17/8/2020), Rusia mengatakan akan segera memulai untuk memproduksi vaksin yang dinamakan Sputnik tersebut.

Xinhua melaporkan, Dr. Bruce Aylward, penasihat senior direktur jenderal WHO, mengatakan dalam konferensi pers bahwa WHO saat ini tidak memiliki informasi yang cukup untuk membuat penilaian tentang vaksin Rusia.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dengan koordinasi WHO, ada sembilan kandidat vaksin yang sedang melalui uji coba Fase 2 atau 3. Akan tetapi, vaksin Rusia bukan salah satu di antaranya.

Pada Rabu malam, Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan bahwa negara tersebut akan memulai produksi vaksin dalam dua minggu. Murashko juga mengatakan bahwa keraguan tentang keefektifan vaksin tidak berdasar.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Vladimir Putin mengatakan pada Selasa (11/8), Rusia telah menjadi negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan untuk vaksin virus corona baru.

Menurut Reuters, perkembangan ini membuka jalan bagi inokulasi massal populasi Rusia, bahkan saat tahap akhir uji klinis untuk menguji keamanan dan kemanjuran vaksin virus corona terus berlanjut.

Kecepatan Rusia bergerak untuk meluncurkan vaksin virus corona menyoroti tekadnya untuk memenangkan perlombaan global untuk membuat produk yang efektif lagi aman.

Tetapi, sekaligus menimbulkan kekhawatiran bahwa negeri beruang merah mungkin menempatkan prestise nasional di atas ilmu pengetahuan dan keamanan yang baik atas vaksin virus corona.

Berbicara pada pertemuan pemerintah yang disiarkan langsung televisi pemerintah, Putin menyatakan, vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute yang berbasis di Moskow aman.

Bahkan, Putin mengungkapkan, vaksin vkirus corona tersebut telah diberikan kepada salah satu putrinya.

"Saya tahu ini bekerja cukup efektif, membentuk kekebalan yang kuat, dan saya ulangi, vaksin tersebut telah melewati semua pemeriksaan yang diperlukan," tegas Putin seperti dikutip Reuters. (*)

 Sumber : Kontan.co.id /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]