Kasus Asusila Marak Selama Pandemi, Ini Penjelasan Sosiolog


Senin, 17 Agustus 2020 - 20:54:54 WIB
Kasus Asusila Marak Selama Pandemi, Ini Penjelasan Sosiolog ilustrasi pelecehan seksual

HARIANHALUAN.COM - Kasus asusila (pencabulan dan pelecahan seksual) belakangan ini semakin marak terjadi di Kota Padang dan sekitarnya. Terkait maraknya fenomena pencabulan dan pelecehan seksual, Sosiolog Universitas Andalas, Yulkardi mengatakan tindak asusila belakangan ini busa dipengaruhi oleh banyak faktor.

"Kita tidak tau apa sebenarnya akar penyebab masalah, karena kejadian ini sudah sedemikian klasiknya hanya saja mungkin konteksnya sangat bervariatif sekali akhir-akhir ini. Faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kesempatan, keterisolasian, keterpaparan medsos, hingga kondisi ekonomi (dari si pelaku maupun korban dan lingkungan sosial) ikut bermain mempengaruhinya pola relasi kuasa antara pelaku dan korban," jelasnya.

Baca Juga : Ini Dia 8 Anime Terbaik yang Mirip dengan Attack on Titan

Pandemi Covid-19, menurut Yulkardi, bisa memiliki dampak multidimensi, termasuk memicu kasus pencabulan atau pelecehan seksual. Namun seberapa besar pengaruhnya, dia menyebut harus mengadakan riset lebih lanjut agar tidak salah tafsir. Kejadian pelecehan seksual itu adalah karena alasan klasik, ketika orang tengah terpusat perhatiannya kepada fenomena Covid-19.

"Maka, nyaris terabaikan perhatian kepada pelaku pelecehan seksual sehingga semakin terbuka 'peluang' untuk melakukan itu. Pikiran seperti itu, tentu saja ada didalam setiap pelaku potensial (calon pelaku) baik pemain lama atau baru tanpa memandang usia," sambungnya.

Baca Juga : Chef Renatta Sebut Bukan Lemak yang Bikin Gemuk tapi Gula, Ini Penjelasannya

Lebih lanjut dipaparkannya, jika berandai-andai, dampak dari metode daring dan semua aktifitas lebih banyak dilakukan di rumah serta dibekali internet, setiap orang memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk mengeksplorasi konten-konten yang berbau pornografi. Itu semua bisa dianggap menstimuli (memicu) pelaku yang potensial kearah itu.

Sementara, Psikolog anak dan remaja di Biro Psikologi Limpapeh yang juga dosen psikologi di Universitas Andalas, Septi Mayang Sarry mengatakan terungkapnya perilaku asusila yang marak terjadi akhir akhir ini salah satunya lebih karena disebabkan oleh adanya pengaruh media sosial dan juga alat bantu cctv yang mulai banyak beroperasi.

Baca Juga : Ini Dia Orang Terkaya Indonesia versi Sri Mulyani

"Salah satu sisi, faktor penyebabnya juga bisa jadi karena pelaku mendapatkan informasi tindak asusila di media sehingga menimbulkan ide untuk melakukannya. Sisi lainnya, saat akses mudahnya menyebarkan informasi via media sosial bisa juga membantu meningkatkan kewaspadaan dengan dibukanya kasus asusila tersebut," paparnya.

Secara personal, perilaku asusila tersebut lebih karena adanya gangguan perilaku seksual yang bisa jadi sudah ada sejak lama namun karena tidak ditangani dengan tepat menyebabkan menjadi lebih parah. Begitu pula saat pelaku berhasil pada kasus pertama maka biasanya ada kesenangan dan kemenangan sehingga ia akan melakukannya lagi dan lagi. 

Baca Juga : Ini 2 Cara Tepat Minum Jus Biar Tubuh Tetap Prima

"Jadi memang sebaiknya aparat memberikan hukuman yang tepat begi pelaku untuk menimbulkan efek jera. Jika memang diperlukan harusnya ada penanganan professional untuk mengurangi penyimpangan yang dia lakukan. Sebagai masyarakat, seharusnya memang berani melaporkan dan bahkan ada beberapa kasus pelaku yang justru senang saat melihat korbannya merasa ketakutan dan cemas. Jadi usahakan untuk tenang terlebih dahulu sambil mencari bantuan yang terdekat," tutupnya. (*)

Reporter : Yessy Swita | Editor : Agoes Embun
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]