Jangan Sepelekan, Begini Jadinya Kalau RI Resesi


Selasa, 18 Agustus 2020 - 13:32:49 WIB
Jangan Sepelekan, Begini Jadinya Kalau RI Resesi Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Akibat pandemi virus Corona (COVID-19), Indonesia salah satu negara yang terancam akan masuk jurang resesi akibat pandemi. Ancaman itu sebaiknya tidak boleh disepelekan, karena dampaknya akan sangat nyata menimpa masyarakat.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan saat resesi akan banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Kemungkinan bagi pekerja yang memiliki kontrak jangka pendek, tidak akan diperpanjang.

Baca Juga : Diskon PPnBM Menggiurkan, Apakah Ini saatnya Beli Mobil?

"Tentu saja perusahaan-perusahaan yang punya kontrak jangka pendek atau kontraknya terbatas misalnya, dia tidak akan dilanjutkan untuk perpanjangan kontrak. Kemungkinan itu terutama bagi industri-industri yang terpengaruh sampai akhir tahun bahkan sampai tahun depan seperti industri penerbangan dan sebagainya itu yang saya kira masih relatif terkendala," kata Tauhid kepada detikcom, Selasa (18/8/2020).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal. PHK banyak terjadi saat resesi karena permintaan atau konsumsi dari masyarakat akan menurun sehingga para pengusaha terpaksa harus melakukan efisiensi terhadap karyawannya.

Baca Juga : Bank Nagari Luncurkan QRIS Puskesmas dan Serahkan CSR Berupa Dua Unit Mobil untuk Pelayanan Kesehatan  di Padang

"Masyarakat bawah daya belinya turun, masyarakat atas punya uang tapi dia berhati-hati dalam spending sehingga pelaku usaha itu kan bergantung kepada pembelian konsumen. Kalau yang beli sepi maka pelaku usaha, produsen-produsen, pabrik-pabrik yang jualan pasti akan turun dari sisi penjualan, kalau turun terpaksa dia melakukan efisiensi salah satunya PHK karyawan," jelasnya.

Dampak dari itu tentu akan berkesinambungan. Saat banyak PHK terjadi, otomatis pengangguran di Indonesia akan semakin meningkat dan begitu juga dengan jumlah masyarakat miskin akan semakin bertambah.

Baca Juga : Asal Diperlakukan Manusiawi, Pedagang Dukung Pembangunan Pasar Induk

"Kalau banyak karyawan di PHK berarti pengangguran meningkat, kalau meningkat daya beli masyarakat turun dan kemiskinan bisa meningkat dan itu yang dirasakan," terangnya.

Meskipun tanpa disadari dampak itu sudah mulai dirasakan saat ini. Pemerintah diharapkan dapat cepat menangani pandemi agar dampak krisis yang dirasakan tidak terlalu lama. Sebab jika itu berlangsung lama, dampaknya akan lebih panjang seperti muncul masalah sosial dan masalah kriminalitas yang meningkat.

Baca Juga : Rupiah Ditutup Menguat Lawan Dolar AS Rabu Sore

"Kalau tidak ditangani cepat oleh pemerintah berarti akan bertambah orang yang di-PHK, akan bertambah perusahaan yang merugi, kemudian akan lebih banyak masyarakat yang menganggur, akan meningkat kemiskinan. Kalau makin panjang krisisnya, itu makin banyak dan bisa menambah ke masalah sosial, meningkatkan kriminalitas bahkan bisa sampai ke instabilitas politik," tandasnya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]