Oh Rupanya Ini Penyebab Gedung Sate Diserang Covid-19


Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:07:25 WIB
Oh Rupanya Ini Penyebab Gedung Sate Diserang Covid-19 Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. VIVAnews / Adi Suparman

HARIANHALUAN.COM - Beberapa waktu lalu, Gedung Sate yang merupakan tempat kerja Gubernur dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat digegerkan dengan adanya sejumlah staf di lingkungan tersebut terpapar virus Corona atau Covid-19.

Menjawab hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan kemungkinan adanya pola mobilitas orang yang tak dibatasi di masa new normal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal ini menurutnya yang menjadi penyebab penyebaran baru corona atau COVID-19.

Terkait hal ini, kasus positif ditemukan pada jajaran anggota legislatif, PNS dan non PNS.

"Jadi, kami mendapat kesimpulan. Bukan si gedungnya sebagai sumber penularan, tapi lebih kepada di masa AKB ini mobilitas tidak dibatasi," kata Ridwan Kamil dikutip dari Viva.co.id, Selasa 18 Agustus 2020.

Bahkan, pola kebiasaan pegawai yang bekerja di lingkungan tersebut juga menentukan bagaimana COVID-19 memaparkan orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, setiap pegawai tak bisa dikontrol saat selesai bekerja. Jika di luar kantor, maka sifatnya hanya imbauan.

"Sehingga mau pegawai Gedung Sate, mau pegawai DPRD, pulang ngantor kan punya kegiatan yang kita tidak bisa kontrol maka kita hanya bisa mengimbau, sepulang dari kantor 3M itu harus dipergunakan," ujarnya.

Pun, mantan Wali Kota Bandung itu menilai penularan baru ini tidak layak jika menyudutkan Gedung Sate maupun DPRD. Menurut dia, lebih tepat jika disebut klaster perkantoran.

"Lebih bijak menyebut perkantoran karena tidak spesifik sumbernya datang dari satu peristiwa, jadi bisa datang dari satu orang, datang dari multi orang," tutur gubernur yang akrab disapa Emil itu.

Dia menambahkan saat awal pandemi virus corona merebak di Tanah Pasundan, klaster penularan dinilainya lebih spesifik. Berbeda dengan kondisi sekarang.

"Menurut kita berbeda dengan awal-awal COVID yang klasternya lebih sfesifik. Jadi, sekarang masih umum. Tapi, per hari ini dugaan kita datang dari mobilitas sepulang kantor," kata Emil.

Sebelumnya, kasus positif muncul di area pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat yakni di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat. Jumlah kasus positif mencapai 40 pegawai melalui swab test pada akhir Juli 2020. Namun, ternyata Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat juga diserang virus tersebut.

Untuk jumlah kasus terjangkit di DPRD ada 38 orang,  termasuk tujuh anggota DPRD Jabar. (*)

Editor : Milna Miana | Sumber : Viva.co.id
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]