Kabar Baik, CanSino China Patenkan Vaksin Corona Buatannya


Selasa, 18 Agustus 2020 - 17:01:14 WIB
Kabar Baik, CanSino China Patenkan Vaksin Corona Buatannya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - CanSino Biologics sebagai salah satu perusahaan farmasi asal China dikabarkan sudah mematenkan kandidat vaksin yang dikembangkannya. Paten tersebut dikeluarkan oleh Badan Kekayaan Intelektual China pada 11 Agustus kemarin. 

Berdasarkan catatan WHO, kandidat vaksin buatan CanSino Biologics ini sudah melalui uji klinis fase I dan fase II. Kini kandidat vaksin milik CanSino akan diuji di tahap akhir yakni tahap III.

Baca Juga : Vaksin Terampuh Lawan Covid Sudah Ketemu, Ini Dia!

Arab Saudi mengatakan akan memulai uji klinis tahap III untuk kandidat vaksin milik CanSino bulan ini. Lebih lanjut, CanSino juga dikabarkan sedang berdiskusi dengan Rusia, Brazil hingga Chile untuk melaksanakan uji klinis tahap akhir di negara tersebut.

Dalam pengembangan vaksin, CanSino Biologics bekerja sama dengan Beijing Institute of Biotechnology. Suatu jenis virus yang dikenal dengan adenovirus digunakan sebagai vektor atau penghantar materi genetik virus corona untuk kandidat vaksin buatan CanSino.

Baca Juga : Simak! 5 Manfaat Ajaib Rumput Laut, Buat Awet Muda hingga Detoksifikasi Kulit

Kendati menggunakan platform teknologi yang berbeda dengan vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac, kandidat vaksin CanSino ini juga memiliki kesamaan dengan kandidat vaksin yang lain yaitu menggunakan materi genetik virus corona yang mengkode protein bernama Spike.

Dalam publikasi ilmiah Koyama dkk yang dikutip WHO, virus corona memiliki 10 gen. Salah satu gennya adalah pengkode protein Spike yang berperan dalam masuknya virus ke sel inang dan menyebabkan infeksi.

Baca Juga : Bisa Dicoba, 7 Cara Cepat Membersihkan Paru-paru karena Rokok dan Polusi

Harapannya, setelah kandidat vaksin ini diinjeksikan ke peserta uji, virus yang telah direkayasa tersebut bakal memicu respon kekebalan tubuh para sukarelawan. Laporan hasil uji klinis tahap I dan II kandidat vaksin CanSino juga sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah The Lancet masing-masing pada tanggal 13 Juni dan 15 Agustus.

Berikut ini adalah hasil uji klinis tahap I dan II kandidat vaksin tersebut.

Baca Juga : Covid-19 Melandai, Jumlah Pasien RSKI Galang Turun Drastis

Uji Klinis Tahap I. Pada tahap awal ini, sebanyak 195 orang terlibat sebagai peserta uji klinis. Sebanyak 108 orang dibagi menjadi tiga kelompok penelitian yang masing-masing terdiri dari 38 orang per grup dan kemudian diinjeksi kandidat vaksin dengan dosis rendah, sedang hingga tinggi. Sisanya adalah kelompok kontrol.

Setelah diinjeksi dengan kandidat vaksin tersebut, lebih dari 70% peserta dari masing-masing kelompok uji melaporkan adanya satu efek samping tujuh hari setelah pemberian kandidat vaksin.

Efek samping yang dilaporkan yang paling umum antara lain demam (50 [46%]), kelelahan (47 [44%]), pusing (42 [39%]) dan nyeri otot (18 [17%]). Namun efek samping tersebut tidaklah terlalu berbahaya. 

Selain itu, injeksi kandidat vaksin virus corona juga terbukti mampu memicu aktifnya kekebalan tubuh pada peserta. Jumlah antibodi dan antibodi penetral meningkat siginifikan 14 hari pasca-injeksi dan mencapai puncaknya pada 28 hari setelah pemberian kandidat vaksin. 

Kandidat vaksin milik CanSino ini juga dikabarkan dapat memicu respon kekebalan tubuh spesifik yang dikenal sebagai sel T pada hari ke-14 pasca-vaksinasi. 

Uji Klinis Tahap II. Pada tahap ini, jumlah sampel yang digunakan semakin banyak. Ada 603 orang direkrut untuk melakukan skrining. Sebanyak 508 orang yang sesuai dengan kriteria kemudian dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama yang berjumlah 253 orang diberikan dosis paling banyak (1 x 10^11 partikel virus). Kelompok kedua berisikan 129 peserta diinjeksi dengan dosis virus lebih rendah (5 x 10^10 partikel virus) dan sisanya masuk kelompok placebo.

Pemberian kedua dosis vaksin tersebut terbukti mampu menimbulkan respon kekebalan tubuh pada peserta uji dengan diproduksinya antibodi penetral. Respon negatif pemberian vaksin dilaporkan terjadi pada 183 peserta (72%) dari kelompok pertama dan 96 peserta (74%) dari kelompok kedua.

Respons negatif yang parah dilaporkan terjadi pada 24 orang (9%) peserta dalam kelompok pertama dan satu orang (1%) peserta dalam kelompok kedua. Tidak ada efek samping merugikan yang serius yang dilaporkan selama uji klinis berlangsung.

Dengan hasil tersebut, kandidat vaksin CanSino Biologics ini terbukti mampu untuk memicu terjadinya respons kekebalan tubuh yang signifikan setelah vaksinasi tunggal dengan dosis aman sebesar 5 x 10^10 partikel virus.
 

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : CNBC Indonesia
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]