Kiai NU di Goa Ini Meninggal 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratulmaut Istri


Selasa, 18 Agustus 2020 - 22:30:36 WIB
Kiai NU di Goa Ini Meninggal 1 Jam Usai Tuntun Syahadat Sakratulmaut Istri Kiai NU, H Muhammad Idrus Makkawaru, dan istri semasa hidup (Foto: dok. Istimewa)

HARIANHALUAN.COM - Kiai NU dan pasangannya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian di media sosial. Pasalnya, kiai bernama H Muhammad Idrus Makkawaru (76) itu sempat menuntun istrinya, Siti Saniah (64), mengucapkan kalimat syahadat hingga sang kiai pun ikut meninggal berselang 1 jam kemudian.

Anak tertua almarhum, Ahmad Mujahid (51), membenarkan peristiwa itu saat ditemui di rumah duka di wilayah Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa. Dia menyebut ibunya meninggal setelah Magrib sekitar pukul 18.30 Wita, sementara ayahnya menyusul satu jam kemudian atau selepas waktu Isya, Minggu (16/8).

Baca Juga : Antisipasi Varian Virus Corona Baru, Ini Pesan Penting Kapolri

"Ibu saya meninggal habis Magrib dituntun syahadat sama Bapak. Ndak lama setelah itu, habis Isya, Bapak juga ikut meninggal. Jadi hanya beda sekitar 1 jam," kata Ahmad dilansir dari detikcom, Selasa (18/8/2020).

Dia mengatakan ayah dan ibunya selama ini memang sama-sama menderita penyakit jantung. Saat kejadian, tiba-tiba almarhumah yang duluan mengalami gejala sesak napas.

Baca Juga : KKP Jamin Kemudahan Usaha Perikanan Tangkap

"Di situlah kemudian dipompa jantungnya dan seterusnya. Lalu akhirnya seperti itu (sakratulmaut), orang Makassar bilang diantar (dituntun), dibimbinglah syahadat oleh bapak saya," katanya.

Menurut Ahmad, saat meninggal, ibunya awalnya hanya disemayamkan di sebuah kamar atas permintaan ayahnya. Akan tetapi, karena banyak pelayat, ayahnya setuju untuk dipindahkan ke ruang tamu.

Baca Juga : Jangan Main-main dengan Vaksin Covid-19, Ini Ultimatum Mabes Polri

"Setelah (istrinya) diangkat air matanya jatuh, kira-kira 15 menit kemudian dia mulai sesak napas juga (hingga meninggal)," ucap Ahmad.

Ahmad mengatakan ayahnya saat itu sempat memeriksa keadaannya sendiri dengan cara mengecek tanda-tanda di bagian tubuhnya. Saat itu almarhum fokus berzikir.

Baca Juga : Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK

"Ketika dia menghadapi sakratulmaut, tasbih dia itu tak pernah berhenti, dia punya zikir itu ndak pernah berakhir," katanya.

"Yang menarik juga saat saya bersama Bapak itu, biasanya kan orang gelisah, itu saya tenang, jawabnya mungkin karena orang tua pengamalan agamanya itu jauh dibanding diri saya sendiri," sambung Ahmad.

Ahmad mengatakan, ayahnya itu merupakan anggota Nahdlatul Ulama (NU) sejak muda. Ayahnya bahkan pernah menjabat Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Bantaeng. (*)

Editor : Heldi Satria | Sumber : detik.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 23:39:14 WIB

    Antisipasi Varian Virus Corona Baru, Ini Pesan Penting Kapolri

    Antisipasi Varian Virus Corona Baru, Ini Pesan Penting Kapolri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Polri dalam menanggulangi serta melakukan antisipasi terhadap kehadiran virus corona dengan varian baru, virus corona B117..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 23:13:07 WIB

    KKP Jamin Kemudahan Usaha Perikanan Tangkap

    KKP Jamin Kemudahan Usaha Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan di Bidang Kelautan dan Perikanan membawa kemudahan berusaha salah satunya perizinan perikanan t.
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 21:01:01 WIB

    Jangan Main-main dengan Vaksin Covid-19, Ini Ultimatum Mabes Polri

    Jangan Main-main dengan Vaksin Covid-19, Ini Ultimatum Mabes Polri Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah adanya vaksin palsu maupun penyalahgunaan vaksin Covid-19 di Indonesia..
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 20:52:12 WIB

    Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK

    Awas Tertipu! Ini Daftar 28 Investasi Bodong yang 'Disikat' OJK Satgas Waspada Investasi (SWI) telah merilis daftar aplikasi, usaha gadai, dan entitas ilegal atau investasi bodong yang berpotensi merugikan masyarakat. Terbaru, SWI yang terdiri dari 13 kementerian dan lembaga, telah memb.
  • Ahad, 07 Maret 2021 - 20:37:10 WIB

    Kabar Baik! Kementan Berikan Pendampingan Intensif Bagi Petani

    Kabar Baik! Kementan Berikan Pendampingan Intensif Bagi Petani Guna memperkuat ketahanan pangan nasional, pemerintah mengembangkan kawasan lumbung pangan atau food estate di tiga provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]