Banyak Insiden, Para Pebalap Moto GP Ingin Red Bull Ring Diganti


Rabu, 19 Agustus 2020 - 07:39:38 WIB
Banyak Insiden, Para Pebalap Moto GP Ingin Red Bull Ring Diganti Insiden di Red Bull Ring.

HARIANHALUAN.COM - MotoGP Styria 2020 kembali dipentaskan di sirkuit Red Bull Ring, akhir pekan ini. Insiden horor masih menyelimuti MotoGP Austria 2020. Ramai-ramai pebalap meminta perubahan pada tikungan ketiga sirkuit tersebut. Seperti diketahui, Johann Zarco dan Franco Morbidelli terlibat insiden dalam balapan MotoGP Austria 2020 di Red Bull Ring pada akhir pekan lalu. 

Motor mereka bersenggolan dalam kecepatan tinggi di area Turn 3. Mengutip Crash, Selasa (18/8/2020) para pebalap yang finis di podium akhir pekan kemarin sepakat menyoroti keselamatan di tikungan 3 Red Bull Ring. Pebalap khawatir tentang licinnya lintasan dalam kondisi basah. Pemilik Red Bull Ring melakukan sejumlah perubahan pada bagian luar lintasan untuk memungkinkan MotoGP dikunjungi mulai 2017 tapi area tikungan 2/3 tetap menjadi perhatian. 

Baca Juga : Timnas Indonesia Persiapan SEA Games 2021 Menjalani Vaksinasi

Para pebalap khawatir soal tembok di sisi kiri dan ingin dipindahkan pada musim 2021. "Setiap kali layout seperti ini, wajar jika Anda bisa menabrak pebalap lain. Jadi ini tidak aman. Untuk meningkatkan keamanan - dan kami telah berbicara dengan Komisi Keamanan - tembok di sebelah kiri biasanya sedikit lebih berbahaya," kata Andrea Dovizioso.

Selain Dovizioso, pebalap Suzuki yang perdana naik ke podium Joan Mir juga mengatakan hal senada. Bukan model tikungannya, tapi dinding pembatas di sebelah kiri area itu terlalu dekat dengan lintasan. Padahal, pengelola trek sudah mengubah dinding pembatas di area tersebut, namun para pebalap menilai belum cukup aman untuk balap motor.

Baca Juga : Pelatih Favorit dan Kemandirian Ala Pemain Garuda Select Saat di Inggris

"Jika melihat situasi seperti sekarang ini, memang benar titik tersebut berbahaya. Tetapi banyak lintasan yang memiliki karakteristik seperti ini dan kami tidak bisa merubah semuanya. Seperti yang Dovi katakan, saya pikir penting untuk memindahkan tembok yang ada di kiri untuk menambah keamanan tanpa merubah semuanya," lanjut Joan Mir.

Bagi Jack Miller dikhawatirkan akan terjadi hal yang sama saat dirinya menggunakan Honda RC213V di Le Mans 2017 silam. Miller mengalami kecelakaan dalam kecepatan 160 mil/jam (sekitar 257 km/jam). Miller yang tengah ngebut mengalami selip di ban depan motornya. Akibatnya, motor Miller yang masih melaju kencang malah mengarah ke gravel dan akhirnya menubruk pembatas sirkuit.

Baca Juga : Ini Daftar Klub yang Lolos ke 16 Besar Liga Eropa 2020-2021: Napoli dan Bayer Leverkusen Tersingkir

"Kami tak bisa membuat semua trek menjadi sama, dan saya rasa di area seperti itu akan selalu ada elemen berbahaya. Tapi saya pernah berada di posisi hendak menyalip seseorang di sana, dan Anda harus mengesampingkan semua risiko," ungkap Jack Miller.

"Motor kami sudah bergerak-gerak, angin membuat perbedaan besar, tapi yang paling berbahaya adalah jika ban depan Anda terkunci. Jika begitu, Anda bisa meluncur ke dinding pembatas di sisi kiri, dan konsekuensinya bisa seperti yang saya alami di Le Mans (2017). Mereka sudah mendorong dinding pembatas itu ke belakang, tapi masih kurang jauh," lanjutnya. (*)

Baca Juga : Goweser Pessel Taklukkan Puncak Sako dan Tanjakan Sungai Penuh

Editor : Agoes Embun | Sumber : Detik.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]