Sineas Tanah Air Protes Ada Menteri Bagikan Tautan Film Bajakan


Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:22:47 WIB
Sineas Tanah Air Protes Ada Menteri Bagikan Tautan Film Bajakan Tjahjo Kumolo

HARIANHALUAN.COM - Tautan film yang dibagikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo melalui cicitan di akun jejaring sosial Twitter miliknya telah menuai protes dari sejumlah sineas Tanah Air. Protes bukan tanpa alasan.  Tautan film dalam cicitan Tjahjo adalah secara ilegal, tanpa izin dari pemilik hak ciptanya.

Faozan Rizal, sinematografer dan sutradara dari sejumlah film Indonesia seperti Habibie & Ainun, mengaku sangat menyesalkan tindakan Tjahjo. Tjahjo pasalnya adalah pejabat publik.

Baca Juga : Satu Tahun Pandemi, Deretan Artis Indonesia yang Meninggal Dunia karena COVID-19

Ia menilai sebagai seorang yang memegang jabatan penting dalam pemerintahan, sudah seharusnya Tjahjo lebih sensitif dengan isu hak cipta, terlebih merupakan karya anak bangsa sediri. “Jika memang mau membangun image di media sosial, seharusnya bisa check and recheck. Apalagi ini sumbernya dari YouTube, kan ada platform lain yang memang berbiaya minim dan sebagainya,” ujar Faozan kepada Republika, Rabu (19/8).

Faozan juga mengatakan, Tjahjo mungkin dapat membeli hak cipta karya-karya film yang diunggah tersebut terlebih dahulu, baru kemudian membagikannya secara gratis jika tujuannya memberi sarana hiburan kepada masyarakat. Alih-alih, menurut pria berusia 47 tahun ini, apa yang dilakukan Tjahjo adalah seperti halnya mendukung upaya pembajakan.

Baca Juga : Jasa Titip Jual Beli Akun Game Online yang Aman dan Terpercaya Lewat Gabenstore

“Hal ini sebenarnya sudah masuk ke mendukung pembajakan karya. Jika memang sadar hukum, sebaiknya tidak hanya meminta maaf, tapi perintahkan juga polisi menelusuri sumber tautan film-film yang diunggah secara ilegal tersebut,” jelas Faozan.

Sebelumnya, lewat akun Twitter @tjahjo_kumolo, politikus PDI Perjuangan itu membagikan sejumlah tautan film dengan tujuan agar masyarakat menonton film-film bertema perjuangan kemerdekaan Indonesia pada Senin (17/8), bertepatan dengan hari kemerdekaan Tanah Air yang ke-75. Namun, semua film rekomendasinya berasal dari layanan streaming YouTube, alias bukan bersumber resmi dari pembuat film.

Baca Juga : Teddy Syah Jelaskan Asal Muasal Rina Gunawan Terpapar COVID-19 dan Penyakit Penyerta yang Diderita

Sutradara Joko Anwar menjadi sineas pertama yang mengkritik tindakan Tjahjo. Dalam cicitan di akun Twitter miliknya, ia menyayangkan, seseorang yang memiliki jabatan dalam pemerintahan tidak mengerti mengenai isu hak cipta.

“Banyak tautan yang dibagikan di sini diunggah secara ilegal tanpa izin pemilik hak cipta filmnya.  Tidak ada gunanya kita merayakan 75 tahun merdeka kalau mengambil hak orang lain, apapun alasannya. Tidak mungkin juga mengedukasi rakyat tentang HAKI kalau pemerintahnya saja tidak paham,” tulis Joko di akun Twitter miliknya pada Senin (17/8).

Baca Juga : Rina Gunawan Dimakamkan di TPU Tanah Kusir dengan Protokol Kesehatan

Tjahjo pun telah menghapus cicitan yang berisi tautan film-film itu dan menyatakan permintaan maaf. Ia juga mengaku mendapatkan tautan film-film tentan perjuangan kemerdekaan ini dari sebuah grup di aplikasi percakapan WhatsApp.

“Saya mendapat kiriman koleksi film perjuangan melalui Whatsapp. Mengingat Hari Kemerdekaan RI, saya berbagi via Twitter. Mohon maaf kalau saya salah dan khilaf. Jika saya harus membayar karena berbagi saya siap. Saya sudah kirim via twit kepada sutradara. Saya mohon maaf karena saya dapat kiriman saya langsung berbagi saja via twit, tanpa berpikir tentang hak orang lain," kata Tjahjo.

Dalam klarifikasi lewat pesan singkat, Tjahjo meminta maaf dan menyesal atas tindakannya menyiarkan tautan film perjuangan tanpa seizin pembuat film. "Link yang diterimanya dikira hanya cuplikan dan tidak dicek detailnya, karena suasana Kemerdekaan RI, saya spontan saja bagi link film bagus tentang Kemerdekaan RI," ujar Tjahjo.

"Saya sudah minta maaf terbuka kepada Sutradara Film Bapak Joko Anwar, dan tidak mengulang kembali, dan secara resmi saya akan kirim surat resmi permohonan maaf saya kepada Sutradara Film Bapak Joko Anwar," ujar Tjahjo.

Tautan film-film yang disiarkan tanpa izin oleh Tjahjo Kumolo di antaranya film berjudul Cut Nyak Dien, Sang Pencerah, Ketika Bung Karno di Ende, Sang Kiai, Kartini Baru, Jenderal Soedirman, Kereta Api Terakhir, Perawan di Sektor Selatan, Tapal Batas Jenderal Soedirman, Merdeka atau Mati Surabaya 1945. Selanjutnya, Pejoeang, Enam Jam di Jogja, Janur Kuning, Serangan Fajar, Pasukan Berani Mati, dan Senja Merah di Magelang.(*)

Editor : Nova Anggraini | Sumber : republika
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]