Sebarkan Video Tanpa Izin, Dua Youtuber Ditetapkan Sebagai Tersangka


Rabu, 19 Agustus 2020 - 19:18:47 WIB
Sebarkan Video Tanpa Izin, Dua Youtuber Ditetapkan Sebagai Tersangka Ilustrasi

MEDAN, HARIANHALUAN.COM -- Hati-hati menyebarkan video, bisa-bisa dipolisikan. Seperti dua orang Youtuber Kota Medan bernama Joniar Nainggolan atau lebih dikenal Joniar News Pekan dan Benni Eduward Hasibuan sebagai tersangka. Kepolisian Resor Kota Besar Medan menjerat keduanya dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Keduanya diterapkan sebagai tersangka atas pelanggaran menerbitkan video yang korbannya merasa keberatan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing, Rabu (19/8).

Baca Juga : JK: Buzzer Sumber Kekacauan di Tanah Air

Martuasah menyebutkan, kasus tersebut dilaporkan korban bernama Johansen Ginting, yang merasa keberatan dengan pernyataan dalam video yang diunggah pelaku di akun Youtube miliknya. Dalam video tersebut mereka mengatakan kendaraan BK 1212 JG menunggak pajak sebesar Rp 3,7 juta.

Korban yang merasa keberatan dengan pernyataan tersebut, langsung melaporkan keduanya ke polisi. Sebab, kata dia, korban merasa selalu rutin untuk membayarkan pajak kendaraannya.

Baca Juga : Luhut Tanggapi soal 'Dekat' dengan China Hingga Istilah 4L

Tak hanya keberatan dengan pernyataan pajak kendaraan, korban juga keberatan karena keduanya telah menyebarkan video tanpa meminta izin terlebih dahulu. Atas laporan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap saksi, termasuk petugas pajak, serta saksi ahli bahasa dan ITE dari Universitas Sumatera Utara (USU).

"Petugas juga melakukan gelar perkara, sehingga menetapkan keduanya sebagai tersangka," ujar dia.

Baca Juga : Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan

Keduanya dipersangkakan melanggar pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 11 tahun 2016 dan/atau Pasal 45A ayat (1) tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 14 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. "Ancamannya, hukuman maksimal 6 tahun penjara," ujar dia. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : Republika
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 07:10:31 WIB

    JK: Buzzer Sumber Kekacauan di Tanah Air

    JK: Buzzer Sumber Kekacauan di Tanah Air Seputar kiprah para buzzer di tanah air kembali menjadi sorotan Wakil Presiden dua periode (2004-2009 dan 2014-2019), Jusuf Kalla (JK). Dia mengakui buzzer sengaja hadir dan mendapat ruang dalam kampanye pemilu untuk menyampa.
  • Jumat, 26 Februari 2021 - 07:00:50 WIB

    Luhut Tanggapi soal 'Dekat' dengan China Hingga Istilah 4L

    Luhut Tanggapi soal 'Dekat' dengan China Hingga Istilah 4L Luhut Binsar Pandjaitan dan  'kedekatannya' dengan China akhirnya terjawab sudah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini pun dengan tegas menjelaskan hal tersebut..
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 22:28:20 WIB

    Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan

    Penegasan Mahfud MD, Revisi UU ITE Bisa Dilakukan Revisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dapat dilakukan apabila ada substansi yang berwatak pasal karet.  Demikian ditegaskan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Kam.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 22:27:16 WIB

    Polisi Dapat Hibah Tesla dari IMI, Bamsoet: Cocok, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan

    Polisi Dapat Hibah Tesla dari IMI, Bamsoet: Cocok, Indonesia Tidak Boleh Ketinggalan Ikatan Motor Indonesia (IMI) bersama Prestige Motorcars menghibahkan satu unit mobil listrik Tesla Seri 3 kepada Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas). Menurut Ketua IMI yang juga Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), mobil ter.
  • Kamis, 25 Februari 2021 - 19:45:29 WIB

    KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Wakil Ketua DPD RI: Pemerintah Jangan Gegabah

    KBM Tatap Muka Dimulai Juli, Wakil Ketua DPD RI: Pemerintah Jangan Gegabah Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin meminta pemerintah untuk tidak gegabah dalam mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah pada bulan Juli mendatang..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]